Lampung, Benteng Terakhir Pelestarian Badak Sumatra

Kondisi satwa bercula tersebut sudah hampir punah, dan Provinsi Lampung merupakan benteng terakhir untuk melestarikan badak Sumatra.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 31 Okt 2019 06:05 WIB

Author

Agus Susanto

Lampung, Benteng Terakhir Pelestarian Badak Sumatra

Badak Sumatra bernama Harapan memiliki kandang baru di Taman Nasional Way Kambas Lampung. (Foto: KBR/Agus Susanto)

KBR, Lampung - Provinsi Lampung merupakan benteng terakhir dalam pelestarian Badak Sumatra. Dalam pengendalian kelestarian badak tidak cukup dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, saat meresmikan kandang baru badak di hutan TNWK, Lampung, Rabu (30/10/2019).

Hadir juga Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Indra Exploitasia dan Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesi (Yabi) Widodo S Ramono.

Kandang badak seluas 150 hektare yang diresmikan hari ini merupakan kandang penangkaran badak ke dua yang dimiliki Balai TNWK. Dua kandang itu kini menampung tujuh ekor badak.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan kondisi satwa bercula tersebut sudah hampir punah, dan Provinsi Lampung merupakan benteng terakhir untuk melestarikan badak Sumatra.

"Dengan adanya kandang badak baru diharapkan ke depan populasi badak bisa lebih berkembang, dan badak Sumatra menjadi ikon Provinsi Lampung," kata Arinal Djunaidi.

Arinal mengatakan aksi pelestarian badak tidak cukup hanya dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai TNWK namun juga harus melibatkan daerah serta menggandeng keamanan negara untuk melakukan penjagaan hutan.

Sementara itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Indra Exploitasia menegaskan yang perlu di lestarikan bukan hanyak badak, melainkan satwa lain yang ada di hutan TNWK.

"Seperti harimau, gajah dan sejenisnya. Yang penting lagi pelestarian hutan perlu di jaga," kata Indra.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik