Pemenang Lomba Blog Serial #PutusinAja

Semua paparan pendapat serta pengalaman yang dibagikan di blog menjadi cermin bagaimana rumit dan kompleksnya masalah rokok, meski selalu terbuka ruang-ruang bagi setiap orang juga pemerintah untuk #putusinaja dan bertindak cepat demi kesehatan.

NUSANTARA | INTERMEZZO

Senin, 15 Jul 2019 08:16 WIB

Author

KBR

Pemenang Lomba Blog Serial #PutusinAja

KBR-Jakarta, Penjurian Lomba Blog Serial #PutusinAja yang kami gelar sejak Februari sampai Juni 2019 sudah selesai. Dua pemenang sudah ditentukan dan siap diberangkatkan ke Bangkok.

Dari lima rangkaian talkshow Ruang Publik yang diadakan oleh KBR dan disiarkan 100 radio jaringan KBR di Nusantara, kami menerima 75 tulisan dari 53 peserta.

Dewan juri yang menilai kompetisi ini adalah Citra Dyah Prastuti (Pemimpin Redaksi KBR) serta Eni Mulia (Direktur Ekssekutif Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara, PPMN).

Terima kasih banyak untuk Anda yang sudah berpartisipasi mengikuti lomba blog yang kami selenggarakan bersama PPMN ini.  

Semua paparan pendapat serta pengalaman yang dibagikan di blog menjadi cermin bagaimana rumit dan kompleksnya masalah rokok, meski selalu terbuka ruang-ruang bagi setiap orang juga pemerintah untuk #putusinaja dan bertindak cepat demi kesehatan. Misalnya supaya pemerintah #putusinaja untuk memasukkan pengendalian tembakau yang lebih ketat ke berbagai agenda dan kebijakan politik dan setiap orang bisa segera #putusinaja berhenti merokok karena dampaknya yang begitu besar.

Tanpa itu, maka angka prevalensi perokok, khususnya perokok anak, akan terus meningkat. Ujung-ujungnya, kita bakal kesulitan mencapai Generasi Emas 2045 serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).  

Ini dia pemenang lomba blog serial #PutusinAja 2019:
 
* Rachmawati Alida Bahaweres
Judul karya: Yuk Ciptakan Kawasan Tanpa Rokok untuk Wujudukan Kota Layak Anak


Alida mengurai tulisannya dengan baik dan penuh sentuhan personal. Tulisannya membawa suasana intim penulis dengan pembaca dengan kejadian dan pengalaman sehari-hari di keluarga. Ia menyebut tentang keluarganya yang perokok, serta upaya yang dilakukan untuk mengusir asap rokok dari rumah. Dari tulisannya kita bisa lihat perjuangan yang masih harus terus dilakukan Alida di lingkungan terdekatnya. Dari tulisan ini juga kita bisa melihat dorongan Alida untuk sekitarnya untuk #putusinaja hubungan dengan rokok dan mengambil keputusan dengan cepat.
 
Kejadian seputar diri dan keluarga itu kemudian dibawa keluar rumah untuk tema yang lebih besar dimulai dari mengulas isi talkshow KBR dengan tema terkait lalu diikuti reportase tentang Kampung Penas wilayah tanpa rokok di Jakarta. Alida bahkan menambahkan wawancara khusus dengan pegiat Kampung Penas dan menyisipkan berbagai informasi tambahan hasil riset dan tentang kawasan tanpa rokok sebagai bagian dari upaya menjamin pemenuhan hak-hak anak. Alida ingin menyampaikan yang dilakukan Ibu Sumiati dengan aksinya di Kampung Penas adalag langkah kongrikt untuk melindungi anak-anak dari asap rokok.
 
Melengkapi tulisannya Alida juga mengungkap berbagai tantangan dalam mengupayakan kawasan tanpa rokok untuk menggambarkan bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan dan mengharapkan partisipasi dari semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah untuk menciptakan Indonesia Layak Anak 2030.
 
Yang juga menggembirakan dari tulisan Alida adalah ada banyak komentar dari pembaca tulisan yang ikut berbagi cerita atau pengalaman untuk #putusinaja dengan rokok.
 
* Herva Yulyanti
Judul karya: Bagaimana Upaya Pemerintah Untuk Mengatasi Penyakit Akibat Rokok

Tulisan mengalir dengan menyambungkan kisah yang dialami Herva dengan konteks terkait yang memperjelas pemahaman pembaca. Di dalam tulisan juga mengurai dengan sederhana istilah-istilah yang dipakai dalam perbincangan talkshow KBR misalnya istilah penyakit katastropik. Herva juga menjalin kisah personal yang ditemuinya dengan data yang disampaikan narasumber dengan apik sehingga pembaca bisa memahami bahwa apa yang disampaikan narasumber tidak sekadar teori.
 
Pemahaman Herva terkait topik juga cukup jelas, misalnya bisa dilihat lewat uraian kenapa rokok begitu mudah diakses, tambahan-tambahan riset serta infografik yang dibuat secara mandiri oleh penulis. Setelah itu, barulah Herva masuk ke uraian rencana program dari calon presiden kubu 01 dan 02 terkait pengendalian tembakau; sekaligus memberikan pendapat pribadinya tentang apa yang seharusnya dilakukan pemerintah.
 
Yang menggembirakan dari tulisan Herva adalah banyaknya komentar yang masuk untuk menanggapi tulisan. Artinya, ada dinamika percakapan yang terjadi di kelompok blogger tentang isu pengendalian tembakau. Dan suara-suara yang muncul juga mendesak pemerintah untuk #putusinaja langkah yang paling strategis untuk menurunkan prevalensi perokok.

Setelah ini, kami masih akan menggelar dua rangkaian talkshow serial #putusinaja di dua kota lain. Artinya, masih akan ada lomba menulis blog yang menanti Anda dengan hadiah yang juga menarik. Dengarkan terus obrolan KBR di Ruang Publik juga program-program lainnya yang terus mendorong pemerintah untuk segera memasukkan kebijakan pengendalian tembakau yang lebih ketat dan mengajak masyarakat untuk berhenti rokok.

Sampai jumpa di episode selanjutnya!
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18