Kunjungan Kerja, Jokowi Minta Kasus Covid-19 di Jatim Bisa Dikendalikan Dalam Dua Pekan

"Saya melihat yang paling tinggi Surabaya-Raya ini adalah wilayah yang harus dijaga dan dikendalikan terlebih dahulu. Tidak bisa sendiri,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 25 Jun 2020 13:47 WIB

Author

Budi Prasetiyo

Kunjungan Kerja, Jokowi Minta Kasus Covid-19 di Jatim Bisa Dikendalikan Dalam Dua Pekan

Presiden Jokowi bersiap terbang ke Surabaya, Jawa Timur kunjungan perdana di era kenormalan baru, Kamis (25/6). (Medsos Presiden)

KBR, Surabaya-  Presiden Joko Widodo memberikan waktu dua minggu agar semua elemen pemerintahan bersinergi untuk menurunkan angka penderita positif Covid-19 yang masih tinggi di Jawa Timur. Menurut Jokowi, Pemprov Jatim dan kabupaten/kota harus bekerjasama dengan baik dan terintegrasi, agar penanganan Covid-19 bisa dilakukan secara masif dan terarah. 

Kata dia, penerapan manajemen krisis harus dilakukan agar penularan Covid-19 bisa segera ditekan.

"Saya minta dalam waktu dua minggu ini pengendalian kita lakukan bersama-sama dan terintegrasi baik di gugus tugas, provinsi dan kota kabupaten sampai ke rumah sakit semua ikut bersama-sama melakukan manajemen krisis sehingga kita bisa mengatasi menurunkan angka positif," kata Jokowi saat kunjungan kerja perdana di saat kenormalan baru di Gedung Surabaya pada Kamis (25/6/2020).

Jokowi menilai, untuk menekan angka Covid-19 di Jatim, pemerintah harus terlebih dahulu mengendalikan penularan di wilayah Surabaya Raya, yang terdiri dari kotamadya Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo. Menurut Jokowi, wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk dan mobilitas warganya sangat tinggi. Sehingga, harus bisa dirumuskan kebijakan untuk menekan penularan pasien Covid-19, supaya tidak menyebar di wilayah lain.

"Yang paling penting adalah kersajama yang baik, ada sinergi antar manajemen yang ada. Saya melihat yang paling tinggi Surabaya-Raya ini adalah wilayah yang harus dijaga dan dikendalikan terlebih dahulu. Tidak bisa sendiri, harus dalam satu manajemen karena arus mobilitas keluar masuk bukan hanya dari Surabaya dan wilayah lain," katanya.

Jokowi juga meminta bantuan kepada TNI agar rumah sakit darurat dan rujukan bisa bekerjasama dalam menangani pasien Covid-19. Agar penanganan pasien bisa maksimal dan tidak menumpuk di satu rumah sakit.

"Saya sudah meminta Pangkoop membantu penuh dan menangani penuh rumah sakit darurat dan sinergikan dengan rumah sakit rujukan. Bisa dipilahkan mana yang berat dan penempatannya di rumah sakit yang mana dan tidak masuk di satu titik dan menumpuk di satu rumah sakit," tandasnya.

Dalam rapat tersebut, Jokowi juga memuji langkah Pemprov Jatim dan kabupaten/kota yang melakukan tes  masif untuk melacak penderita Covid-19. Menurut Jokowi, tes  massal dan pelacakan harus ditingkatkan, agar penderita bisa segera diisolasi dan tidak menularkan  ke warga lain.

 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit