Share This

Dinkes Jabar Siapkan Puluhan Kantong Mayat Pada Mudik 2017

Kantong mayat tersebut akan disimpan di instalasi kesehatan daerah dan jalur yang dilalui pemudik dengan intensitas tinggi.

BERITA , NUSANTARA

Minggu, 18 Jun 2017 16:48 WIB

Author

Arie Nugraha

Dinkes Jabar Siapkan Puluhan Kantong Mayat Pada Mudik 2017

Ilustrasi mudik. Foto: Muhammad Ridlo Susanto/KBR

KBR, Bandung - Dinas Kesehatan Jawa Barat menyediakan puluhan kantong mayat pada masa mudik Lebaran 2017 untuk mengantisipasi kejadian luar biasa atau darurat. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dodo Suhendar mengatakan, kantong mayat tersebut akan disimpan di instalasi kesehatan daerah dan jalur yang dilalui pemudik dengan intensitas tinggi.

"Di Jawa Barat seperti pada tahun kemarin kan di jalur Pantura kalau dilihat sekarang ternyata lebih ke Jawa Tengah yang jalan baru itu ke Brebes, karena daerah baru orang pengen cepet pakai tol sementara mungkin sarana dan prasarana belum memadai jadi itu akan menjadi pantauan lebih," kata Dodo Suhendar di Bandung, Minggu, 18 Juni 2017.

Dodo Suhendar menambahkan jumlah kantong mayat tersebut kemungkinan akan ditambah. Sebab, pada 2016 jumlah yang disediakan mencapai 40-an kantong mayat.

"Itu pun ada sisa, mudah - mudahan tahun ini jangan sampai seluruhnya terpakai," ujar Dodo.

Ia optimistis pemerintah dapat meminimalisir angka kecelakaan atau kejadian darurat sehingga jumlah korban jiwa pada mudik 2017 akan berkurang.


Editor: Sasmito

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.