Bagikan:

BKSDA Tangkap Pedagang Lelang Online Elang Bido

"Dijual melalui online lewat media sosial seperti Facebook atau BBM."

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 02 Jun 2016 21:12 WIB

BKSDA Tangkap Pedagang Lelang Online Elang Bido

Ilustrasi: Elang Bido (Foto: Antara)

KBR, Malang- Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur Resor Wilayah Malang bersama Profauna menangkap pemuda yang memperdagangkan lelang ulang bido. Tersangka Ahmad Nurkholis berstatus mahasiswa. Elang bido dijual melalui situs pertemanan seharga Rp 250 ribu.

Tersangka mengaku mendapat elang dari temannya di Surabaya. Ketua Profauna Rosek Nursahid mengatakan suporter Profauna menyampaikan perdagangan elang bido. Lantas dilakukan penyelidikan dan dilaporkan ke petugas BKSDA. Selanjutnya dilakukan upaya tangkap tangan saat tengah bertransaksi.

"Dijual melalui online lewat media sosial seperti Facebook atau BBM. Setelah pasti ada transaksi kita laporkan ke KSDA mengamankan pedagang dan barang bukti elang bido. Semua jenis elang dilindungi," ujar Ketua Profauna Rosek Nursahid, Kamis (02/06).

Kini, tersangka dan barang bukti diserahkan ke BKSDA Jawa Timur untuk penyelidikan lebih lanjut. Elang akan menjalani upaya rehabilitasi sebelum dilepaskan ke alam liar.

Habitat elang bido luas meliputi Probolinggo, Lumajang, dan Malang Selatan. Elang bido membuat sarang dari ranting pohon di pohon tinggi. Habitatnya meliputi kawasan Taman Hutan Raya R. Soerjo, Gunung Kawi, Gunung Banyak, dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.  Sebaran elang bido luas, setiap hari jelajahnya mencapai 30 kilometer. Namun belum ada data populasi ilmiah di alam.

Elang bido merupakan satwa yang terancam punah dan statusnya dilindungi. Tersangka dijerat Undang Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 100 juta.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 7

“Konversi Kompor Induksi untuk Tekan Subsidi Elpiji”

HUT RI Ke-77, Nasionalisme dan Prestasi Anak Bangsa

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending