Banyak Orang Mudik, Covid-19 Mungkin Sudah Masuk Kampung

"Tak mungkin lagi bicara bahwa virus ini (Covid-19) hanya ada di kota, karena ada di kampung, kemungkinan sudah sampai di kampung, dibawa oleh pemudik,"kata Sekjen AMAN.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Rabu, 08 Apr 2020 18:04 WIB

Author

Adi Ahdiat

Banyak Orang Mudik, Covid-19 Mungkin Sudah Masuk Kampung

Ilustrasi: Kasus Covid-19 sudah muncul di 32 provinsi yang tersebar dari Pulau Sumatera sampai Papua. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pergerakan manusia dari wilayah episentrum Covid-19 ke berbagai daerah Indonesia masih terus terjadi.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) pun memperkirakan saat ini penyebaran Covid-19 sudah sampai ke perdesaan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi dalam siaran radio daring Ruang Publik KBR, Selasa (7/4/2020).

"Orang di kampung sekarang memanggil saudaranya, anak-anaknya untuk pulang (kampung), yang sekolah di perguruan tinggi di Pulau Jawa, di kota-kota besar, sudah pulang semua," kata Rukka.

"Ini yang menurut saya saat ini sangat krusial, sehingga pemerintah juga berpikirnya sudah harus menjangkau ke wilayah kampung-kampung, ke wilayah adat," tukasnya.

AMAN mengaku sudah menerima laporan dari sejumlah kepala desa dan tetua adat, yang mengatakan arus mudik sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

"Bahkan sebelum kita bicara tentang kebijakan lockdown wilayah, itu orang sudah ada yang pulang kampung. Mahasiswa di Malaysia itu sudah pulang kampung sejak diliburkan," kata Rukka.

"Jadi tak mungkin lagi bicara bahwa virus ini (Covid-19) hanya ada di kota, karena ada di kampung, kemungkinan sudah sampai di kampung, dibawa oleh pemudik," tegasnya lagi.


Artikel Terkait: Jika Covid-19 Menyebar ke Desa, Pasokan Pangan Bisa Terganggu


Saatnya Pemda Bergerak

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi menegaskan pemerintah daerah harus bergerak cepat mendeteksi penyebaran virus dan mengantisipasi dampak Covid-19 di wilayahnya.

"Pemerintah daerah saya rasa dalam situasi seperti ini tidak mungkin lagi mengandalkan pemerintah pusat. Karena di Jakarta saja tidak mampu ditangani, di Pulau Jawa saja tidak mampu ditangani," singgung Rukka.

Ia pun mencontohkan, beberapa kelompok masyarakat adat sudah mulai mengantisipasi dampak wabah Covid-19 dengan mengamankan stok pangan.

"Masyarakat adat yang masih hidup harmonis mengelola wilayah adatnya, tidak dirampas oleh perusahaan, itu mempunyai ketahanan pangan luar biasa. Bahkan untuk 1-2 tahun makanannya masih cukup," kata Rukka.

"Karena kita tidak pernah tahu. Kalau kita lihat cara pemerintah menangani Covid ini, bisa jadi akan berkelanjutan. Dan kalau berkelanjutan, pasti pangan kita akan terganggu," tandasnya.

Menurut data pemerintah Indonesia, saat ini kasus Covid-19 sudah muncul di 32 provinsi yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, sampai Papua.

Rincian jumlah kasus Covid-19 sampai Rabu (8/4/2020) adalah:

  • Kasus positif terinfeksi: 2.956 orang
  • Kasus sembuh: 222 orang
  • Kasus meninggal: 240 orang

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Duterte Larang Pelajar Kembali Bersekolah Hingga Vaksin Corona Ditemukan

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18