NASIONAL

Rekomendasi LPSK atas Tragedi Kanjuruhan

"LPSK menyampaikan rekomendasi kanjuruhan"

Rekomendasi LPSK atas Tragedi Kanjuruhan
Seorang suporter Arema FC berdoa di depan pintu tribun 12 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

KBR, Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan enam poin rekomendasi atas tragedi Kanjuruhan 1 Oktober lalu. Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, rekomendasi pertama adalah memberikan jaminan keamanan kepada para saksi dan korban. Sehingga ada kepercayaan untuk mengungkap peristiwa yang menewaskan 132 orang tersebut.

Hasto menegaskan, para korban memiliki hak untuk mengajukan restitusi atas peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian.

Baca juga: Tragedi Kanjuruhan, Puluhan Orang Mengajukan Perlindungan ke LPSK

LPSK juga merekomendasikan pentingnya mengusut materi gas air mata yang menyebabkan pendarahan mata, iritasi kulit, sakit tenggorokan, dan sesak napas.

"Audit secara menyeluruh fasilitas sarana dan SOP stadion di seluruh Indonesia agar memiliki standar keamanan yang tinggi dalam mengantisipasi kejadian-kejadian darurat. Tempat penyelenggaraan pertandingan harus memenuhi persyaratan keamanan, baik huru-hara maupun bencana alam dan memiliki jalur evakuasi," ucap Hasto dalam jumpa pers daring, Kamis, (13/10/2022).

Hasto mengatakan, perlu ada perbaikan di pintu keluar. Kata dia, seharusnya sesuai dengan aturan PSSI, dalam keadaan apapun pintu tidak terkunci dan harus memungkinkan orang dalam jumlah banyak keluar pada waktu bersamaan.

Baca juga: Peneliti Ungkap Dampak Gas Air Mata Bisa Fatal

Lalu steward sebagai bagian dari keamanan penyelenggaraan pertandingan, harus bersertifikasi

Selain itu menurut LPSK, tiket pertandingan sebaiknya memasukkan komponen asuransi.

"Perlunya simulasi pengamanan penyelenggaraan pertandingan harus dilakukan pra-pertandingan pelatihan gabungan antara panitia pelaksana, kepolisian, TNI, dan perwakilan suporter," tambahnya.

Hasto mengatakan, dalam pengamanan kegiatan keolahragaan seharusnya memperhatikan peraturan cabang olahraga di level nasional dan internasional, termasuk merumuskan peraturan kapolri yang mengakomodasi hal tersebut.

Selain itu, LPSK menekankan pentingnya peningkatan kesadaran operator liga, panitia pelaksana, dan media penyiaran, agar tidak hanya terfokus kepada kepentingan bisnis semata.

"Perlu dilakukan pembinaan suporter," ucap Hasto menutup poin rekomendasi.

Editor: Wahyu S.

  • LPSK
  • rekomendasi kanjuruhan
  • Tragedi Kanjuruhan
  • korban tewas kanjuruhan

Komentar (0)

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!