NASIONAL

DPR: Tambahan 8 Ribu Kuota Jemaah Haji Sebaiknya Diprioritaskan untuk Lansia

"Pemerintah menilai jika kuota jemaah haji tambahan dikhususkan bagi lansia akan menghadapi sejumlah persoalan."

AUTHOR / Muthia Kusuma

Jemaah calon haji
Jemaah calon haji dan umrah mengikuti pelatihan manasik di Manasik Haji Training Center, Tangerang Selatan, Banten. (23/03/2022) (Foto: ANTARA/M. Iqbal)

KBR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui tambahan 8.000 kuota jemaah haji reguler tahun 2023. Dengan demikian, total kuota haji mencapai 229.000 jemaah. 

Ketua Komisi Agama DPR, Ashabul Kahfi mengatakan, tambahan kuota dari Kerajaan Arab itu diprioritaskan bagi calon jemaah haji lanjut usia (lansia) dan pendamping jemaah lansia. Usulan itu didukung oleh sejumlah Anggota Komisi Agama lainnya.

"Agar tambahan kuota haji dialokasikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengutamakan jemaah lansia," kata Ashabul saat rapat kerja bersama Menteri Agama, Yaqut Cholil Quomas, Rabu, (17/05/2023).

Pada kesempatan yang sama, pemerintah menilai jika kuota tambahan dikhususkan bagi lansia, akan menghadapi sejumlah persoalan. 

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beralasan, ada sejumlah hambatan yang menjadi kendala, diantaranya jumlah petugas yang tidak sebanding dengan jumlah jemaah lansia. Ia khawatir persoalan itu akan membuat jemaah lansia tidak nyaman saat beribadah, terutama bagi lansia yang harus membutuhkan pendampingan dan lansia disabilitas.

Baca juga:

"Memang agak rumit kalau dikhususkan kepada lansia, padahal petugasnya hanya bertambah 300. Jadi kuota jemahaan ditambah 8.000, kuota petugas ditambah 300 jadi tidak imbang ini. Kami perlu bekerja yang lebih keras lagi untuk membuat skema," ucap Menag Yaqut saat rapat dengan Komisi Agama, Rabu, (17/5/2023).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menambahkan, saat ini jumlah petugas ibadah haji sebanyak 4.300 orang. Sebanyak 2.400-an atau 60 persen diantaranya merupakan petugas medis. 

"Dan itu masih dibagi-bagi, ada yang betugas di bandara, dan memang praktis sangat sedikit. Oleh karena itu, kami sudah meminta petugas dari BPIH, selain mereka bertugas di pos masing-masing, mereka juga bertugas mendampingi lansia. Jadi mereka kami dampingi khusus, seperti yang kami sampaikan, pusat studi lansia di UI itu, bagaimana memberikan pelayanan dan perawatan kepada lansia," sambungnya.

Baca juga:

Selain itu, pemerintah mengingatkan cuaca panas di Arab Saudi juga harus diwaspadai. Menurut Yaqut, pada ibadah haji sebelumnya, para jemaah mengenakan rompi pendingin. Namun, pengadaan rompi pendingin itu akan meningkatkan biaya yang dibutuhkan.

"Problemnya anggaran, itu yang bisa mengadakan hanya Kemenkerian Kesehatan, dan ini harganya mahal. Perlu alat khusus semacam kulkas untuk mendinginkan semacam es yang ada di dalam rompi," ungkapnya.  

Namun Yaqut Cholil Qoumas berkomitmen untuk mempertimbangkan rencana refocusing anggaran untuk menambah fasilitas seperti kipas angin untuk jemaah.

Editor: Agus Luqman

  • calon jemaah haji
  • Menteri Agama
  • Haji
  • lansia
  • Arab Saudi
  • DPR Komisi VIII

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!