NASIONAL

Dinkes DKI: Ketersediaan Ruang Perawatan Pasien COVID-19 Masih Memadai

"Sehingga disimpulkan peningkatan kasus bukan karena pulang mudik walaupun belum dibuktikan secara langsung berdasarkan hasil studi."

AUTHOR / Astri Septiani

COVID-19
Ilustrasi COVID-19. (Sumber: Freepik)

KBR, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyebut keterisian ruang perawatan pasien COVID-19 (ruang isolasi dan ICU) meningkat sejak awal Maret 2023.

Meski begitu Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Ngabila Salama memastikan ketersediaan ruang perawatan masih sangat memadai.

Kata dia, keterisian ruang rawat COVID-19 saat ini rata-rata 16%, peningkatan kasus dan keparahan berdasarkan berbagai studi berhubungan dengan masuknya varian baru termasuk Arcturus.

"Situasi kasus Covid 19 seminggu terakhir di Jakarta masih sangat terkendali walaupun jumlah kasus positif dan kematiannya meningkat, positivity ratenya juga meningkat. Ini tanda banyak kasus positif yang sebenarnya ada di lapangan tapi tidak terdiagnosis. akan tetapi ada peningkatan penggunaan tempat tidur rumah sakit menjadi 16% dan kematian seminggu terakhir 16 orang semua berusia 30 tahun ke atas, belum dosis 4 semua dan 10 orang di antaranya belum vaksin sama sekali," kata Ngabila kepada KBR (4/5/2023).

Menurutnya lagi, peningkatan terjadi tepatnya sejak pertengahan Maret 2023, sebelum libur lebaran, sehingga disimpulkan peningkatan kasus bukan karena pulang mudik walaupun belum dibuktikan secara langsung berdasarkan hasil studi.

Baca juga:

- Kasus Covid-19 Kembali Naik, Jokowi: Lengkapi Vaksinasi

- Perkara Menggenjot Minat Vaksinasi Covid-19 Booster Kedua

Ngabila juga memprediksi kemungkinan puncak kasus akibat subvarian actrurus bakal terjadi minggu ke depan. Namun kata dia, masyarakat tak perlu khawatir.

"Kalau kita lihat kemungkinan besar puncak dari kasus ini adalah minggu depan yaitu 6 minggu dari pertama kali varian acturus ditemukan tanggal 23 Maret jadi sekitar minggu depan tapi jangan khawatir jangan panik apapun variannya kita bisa mencegah sakit dengan memakai masker terutama saat berada di keramaian transportasi publik saat kita sedang sakit atau kita juga bisa menghindari orang yang sakit dengan cara memakai masker jadi lebih disiplin lagi bermasker dan juga masker dapat melindungi dari berbagai penyakit menular dari airbone maupun droplet. Ya seperti dari TBC atau bakteri Difteri campak rubella ataupun karena batuk pilek virus dan juga bakteri yang lainnya," tambahnya.

Dilanjutkannya, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan peningkatan cakupan vaksinasi.

Ngabila memastikan, saat ini stok vaksin telah diterima dari Kemenkes dalam jumlah yang cukup dan layanan vaksinasi di seluruh Fasyankes di DKI Jakarta baik milik Pemerintah, swasta maupun kolaborator kembali ditingkatkan, dalam event-event tertentu yang melibatkan masyarakat luas layanan vaksinasi kembali dibuka.

"Oleh karena itu kami menghimbau masyarakat untuk vaksinasi Segera ya saat ini memang yang masih diwajibkan untuk perjalanan itu adalah dosis 3 tetapi untuk dosis 4 itu bisa dilakukan juga di lokasi terdekat dengan menggunakan merek Zivivax ataupun Indovac dan juga Inovac untuk mencegah kematian tentunya dengan vaksinasi lengkap apalagi yang belum vaksin sama sekali segera vaksinasi dosis pertama itu bisa bebas mereknya dosis kedua juga bisa berbeda merek dari dosis pertama dosis ketiga akan mengikuti regiman dosis kedua dan dosis keempat akan mengikuti regimen dosis ketiganya," kata dia.

Ngabila menambahkan, peningkatan testing juga dilakukan di fasyankes di bawah Dinkes DKI Jakarta terutama untuk pasien yang mengalami gejala gangguan saluran nafas diduga COVID-19 dilakukan testing dan tracing.

Kata dia, saat ini capaian rasio tracing DKI Jakarta lebih dari 1:15 atau melebihi target minimal yang ditetapkan WHO.

Ia memastikan seluruh kontak erat diupayakan untuk ditesting, rasio testing di DKI Jakarta masih di atas target WHO yakni 1 per 1000 orang per minggu.

Editor: Fadli

  • covid-19
  • Dinkes DKI

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!