NASIONAL

Antisipasi El Nino, Petani Diminta Segera Tanam Padi Setelah Panen Raya

"Segera untuk melakukan tanam setelah panen dalam rangka untuk memanfaatkan sisa-sisa air yang ada."

AUTHOR / Shafira Aurel, Heru Haetami

Antisipasi El Nino, Petani Diminta  Segera Tanam Padi Setelah Panen Raya
Seorang petani di Kabupaten Rembang sedang memberi pupuk pada tanaman padinya. Jumat (27/01/2023). Foto: KBR/Musyafa

KBR, Jakarta - Para petani diminta segera melakukan tanam padi setelah masa panen raya berakhir. Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian I Ketut Kariyasa mengatakan, upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi datangnya fenomena El Nino atau pemanasan suhu muka laut. Fenomena ini bisa memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

"Sehingga melalui Rakor ini, kami juga mengimbau dan meminta kepada semua para bupati, para gubernur, kepala dinas, mohon mendorong petani segera untuk melakukan tanam setelah panen dalam rangka untuk memanfaatkan sisa-sisa air yang ada," ujar Kariyasa saat Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (10/4/2023).

Ketut Kariyasa mengatakan, kementeriannya akan memantau masa penanaman padi setelah panen raya. Dengan begitu, diharapkan stok beras bisa terjaga hingga akhir tahun.

Dia mengeklaim, stok beras nasional masih aman hingga Mei mendatang.

Baca juga:

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan kebijakan impor beras 2 juta ton dilakukan untuk menjaga cadangan pemerintah. Cadangan beras itu disiapkan guna mengantisipasi terjadinya kemarau panjang yang berimbas pada produksi padi nasional.

"Jangan sampai nanti pas sudah musim kering panjang kita bingung mau beli beras ke Thailand, ke Vietnam, ke India, ke Pakistan barangnya nggak ada," kata Jokowi usai acara Tanam Padi Bersama Petani di Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/4/2023).

Editor: Wahyu S.

  • Harga Beras
  • panen raya
  • Impor Beras
  • petani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!