NASIONAL

Menko Airlangga: Lahan Pertanian Indonesia Terbatas Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Untuk pertanian sawah misalnya 10 juta hektare, itu sekarang kita perhitungnya hanya 5 ton per hektare.

AUTHOR / Sadida Hafsyah

Menko Airlangga: Lahan Pertanian Indonesia Terbatas Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Ilustrasi: Presiden Jokowi saat kunjungan ke lokasi panen raya di Pagelaran, Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

KBR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebut, lahan pertanian Indonesia terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia mendorong modernisasi di sektor pertanian.

"Untuk pertanian sawah misalnya 10 juta hektare, itu sekarang kita perhitungnya hanya 5 ton per hektare. Tentu dengan adanya modernisasi smart farming, kita berharap capaiannya lebih dari 5 ton per hektare secara rata-rata. Sehingga tentunya kita bisa produksi pertanian, terutama beras, lebih dari 31 juta ton," kata Airlangga dalam Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Jawa 2023, Rabu (05/04/23).

Di sisi lain, Airlangga mengatakan Indonesia perlu mewaspadai ancaman krisis iklim terhadap produktivitas pangan. Utamanya pada hasil panen padi per hektare sawah yang masih rendah.

"Nah saat sekarang tentu ini terganggu oleh climate change. Hujan berkepanjangan. Dan tahun depan kita harus berhati-hati. Karena tahun depan kekeringan akan lebih panjang atau el nino," kata dia.

"Jadi tentu ini jadi tantangan khusus bagi pangan. Karena inflasi volatile food itu sangat menentukan kita ke depan. Oleh karena itu kerja sama antardaerah, termasuk wilayah Jawa dan Jawa Barat menjadi penting," sambungnya.

Baca juga:

Airlangga meminta ada penguatan kerjasama antardaerah. Salah satunya intervensi dalam distribusi pangan, dengan memberikan kemudahan dalam transportasinya.

"Kita minta agar daerah juga mengatur transportasi dan mensubsidi transportasi dari daerah penghasil ke daerah konsumen. Jadi tidak semuanya harus menunggu dari pusat. Tetapi juga kerja sama antardaerah itu menjadi penting," tegasnya.

Editor: Wahyu S.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!