Mentan: Stok Pangan Aman Sampai Maret 2020

"Kami mempersiapkan sangat baik dan aman di seluruh Indonesia, sepuluh bahan pokok dasar tersedia bahkan cukup terkendali dengan baik."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Des 2019 11:58 WIB

Author

Kevin Candra, Adi Ahdiat

Mentan: Stok Pangan Aman Sampai Maret 2020

Pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Perum Bulog, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/12/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut stok pangan nasional aman sampai Maret 2020.

"Kami mempersiapkan sangat baik dan aman di seluruh Indonesia, sepuluh bahan pokok dasar tersedia bahkan cukup terkendali dengan baik. Yang kita lakukan sekarang mempersiapkan katakanlah untuk sepanjang waktu yang ada. Tetapi sampai Maret 2020 kita jamin bisa berjalan terkendali dan aman," ujar Mentan Syahrul di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/12/2019).

Mentan Syahrul mengklaim sampai saat ini pemerintah masih bisa mengendalikan harga karena stok di daerah masih mencukupi. 

Namun, menurutnya, harga pangan bisa saja berfluktuasi sesuai kondisi dan stok di masing-masing daerah.


Berita Terkait: BPS: Lahan Pertanian Menyusut karena Sawit dan Real Estate


Lahan Pertanian Menyusut

Meski diklaim aman untuk beberapa bulan ke depan, stok pangan nasional dikhawatirkan menurun seiring dengan menyusutnya luas lahan pertanian.

Kekhawatiran itu disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat 2019 yang dirilis bulan lalu (28/11/2019).

Menurut BPS, lahan pertanian di berbagai daerah Indonesia sudah banyak beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan permukiman.

"Provinsi Kalimantan Timur misalnya, penyusutan areal persawahan terus terjadi setiap tahun karena beralih fungsinya lahan pertanian menjadi perkebunan kelapa sawit," tulis BPS dalam laporannya.

"Di Provinsi Maluku penyusutan areal persawahan semakin meningkat sebagai efek dari pembangunan real estate yang terus digencarkan. Padahal, dalam waktu yang bersamaan pemerintah tengah mengejar target swasembada pangan," lanjutnya.

"Semakin menurunnya luas area persawahan akan berpengaruh terhadap menurunnya luas panen, sehingga berdampak terhadap menurunnya produksi pertanian. Apabila hal tersebut terus dibiarkan, akan berdampak pada ketahanan pangan di wilayah tersebut," jelas BPS.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban