Musim Hujan Mundur Sebulan dari Perkiraan, Ini Alasannya

"Kalau angin musimnya terlambat, musim hujan kita jadi terlambat."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 29 Nov 2019 18:15 WIB

Author

Siti Sadida Hafsyah, Adi Ahdiat

Musim Hujan Mundur Sebulan dari Perkiraan, Ini Alasannya

Awan tebal menaungi sebagian wilayah Muarojambi, Jambi, Rabu (20/11/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan mundur satu bulan dari perkiraan awal.

Mulanya, curah hujan di Indonesia diprediksi akan turun secara merata pada Januari-Februari 2020. 

Namun, dalam konferensi pers hari ini di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (29/11/2019), Deputi Klimatologi BMKG Adi Ripaldi menyebut puncak curah hujan rata-rata akan turun pada Februari hingga Maret 2020.

Adi Ripaldi menyebut keterlambatan hujan itu dipengaruhi beberapa fenomena alam yang terjadi sekitar Indonesia.

"Di awal tahun atau di semester pertama kita ada El Nino. Walaupun lemah itu sebagai gangguan yg pertama. Kemudian di semester kedua ada gangguan namanya dipole mode, itu salah satu indikatornya adalah masih dinginnya laut di sekitar barat daya Sumatera," jelas Adi.

"Kemudian laut di sekitar Indonesia juga masih dingin. Sehingga dinginnya laut di indonesia, kemudian dipole mode tadi menyebabkan angin bolak balik atau angin balik dari musim ini menjadi terlambat. Kalau angin musimnya terlambat, musim hujan kita jadi terlambat," jelasnya lagi.


Hari Tanpa Hujan Ekstrem

Menurut Deputi Klimatologi BMKG Adi Ripaldi, sejumlah fenomena alam tadi akan menyebabkan beberapa daerah mengalami hari tanpa hujan ekstrem hingga lebih dari 6 bulan. Misalnya di Rambangaru Nusa Tenggara Timur, Sumber Klampok di Bali, atau Jeneponto di Sulawesi Selatan.

"Sejauh ini baru sekitar 16 persen wilayah di Indonesia yang mulai memasuki musim hujan. Ketidakmerataan musim hujan terjadi, diantaranya juga disebabkan juga oleh perbedaan topografi wilayah dan sebaran awan," jelas Adi Ripaldi.

"Laut kita masih dingin, belum merata semua. Sehingga hujan baru spot-spot, baru di Jawa bagian barat, kemudian Jawa Tengah hanya di bagian tengah, di Jawa Timur hanya di bagian barat dan sisi utaranya. Kalau di tengah dan selatannya, masih relatif kering," ujarnya lagi.

Ia memperkirakan, bulan Desember 2019 nanti hujan baru akan turun di pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Majalah Time Menobatkan Greta Thunberg sebagai Person of the Year

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18