Konflik Papua, KNPB: Masa Ideologi Dilawan Dengan Senjata?

"Mereka hanya sampaikan aspirasi, mereka hanya punya jiwa. Masa ideologi dilawan dengan senjata?"

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Selasa, 03 Sep 2019 09:54 WIB

Author

Muthia Kusuma, Adi Ahdiat

Konflik Papua, KNPB: Masa Ideologi Dilawan Dengan Senjata?

Personel Brimob berjaga di sekitar Asrama Mahasiswa Nayak Abepura di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019). (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

KBR, Jakarta - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kecewa terhadap pemerintah Indonesia yang menangani konflik Papua dengan pendekatan militer.

"Kalau negara ini menghargai kemanusiaan Papua, selesaikan persoalan Papua secara kemanusiaan, secara adil, secara jujur. Tarik militer semua! Biarkan orang Papua selesaikan masalah Papua melalui jalan damai, melalui referendum. Itu saja, tidak perlu pendekatan keamanan," kata juru bicara KNPB Vicktor Yeimo kepada KBR, Senin (2/9/2019).

"Orang Papua ini bukan binatang. Mereka tidak punya alat modern yang tinggi-tinggi untuk lawan Indonesia. Mereka hanya sampaikan aspirasi, mereka hanya punya jiwa. Masa ideologi dilawan dengan senjata?" lanjut Vicktor.

Komite Nasional Papua barat (KNPB) pun mendesak pemerintah untuk menarik pasukan aparat keamanan dari Papua, serta menangani konflik Papua dengan pendekatan kemanusiaan.


Belum Ada Kepastian Soal Penarikan Pasukan

Di sisi lain, pemerintah Indonesia belum memberi kepastian soal kapan militer akan ditarik dari Papua.

Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Sri Yunanto bahkan menyebut pemerintah bisa saja menambah pasukan ke sana.

"Tergantung pada situasi. Ini kan situasinya semakin kondusif ya, Pak Kapolri dan Panglima TNI sudah langsung turun ke sana mengendalikan situasi dan memantau. Dari asesmen lapangan itu akan ditentukan apakah (pasukan) ditambah atau dikurangi. Tapi situasinya semakin baik," ucap Yunanto kepada KBR, Senin, (2/9/2019).

Menurut Yunanto, situasi di Papua sudah semakin kondusif pasca demo yang berujung kerusuhan di Deiyai (28/8/2019) dan Jayapura (29/8/2019). Ia menyebut akses komunikasi sudah pulih, distribusi BBM dan pelayanan publik juga sudah berjalan kembali.

Namun, klaim tersebut ditampik oleh juru bicara KNPB Vicktor Yeimo. Menurut Vicktor, aktivitas pemerintahan dan ekonomi di Papua belum kembali normal. Sekolah-sekolah masih diliburkan, dan hanya ada beberapa rumah sakit yang memberi pelayanan kesehatan.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Seleksi CPNS 2019 Diskriminatif