Ketua DPR Pastikan Tidak Ada Pengesahan RUU pada Rapat Paripurna

"Saya pastikan Senin nggak ada lagi RUU yang diambil keputusannya di Paripurna. Karena Paripurna Senin adalah penutupan masa sidang sekaligus pidato perpisahan dari saya."

BERITA | NASIONAL

Jumat, 27 Sep 2019 17:07 WIB

Author

Heru Haetami, Adi Ahdiat

Ketua DPR Pastikan Tidak Ada Pengesahan RUU pada Rapat Paripurna

Banyak bangku kosong dalam Rapat Paripurna ke-11 DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2019). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

KBR, Jakarta- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan tidak akan ada pengesahan RUU dalam Sidang Paripurna akhir DPR, yang akan digelar Senin mendatang (30/9/2019). 

Bamsoet mengatakan agenda Sidang Paripurna akhir tersebut hanya pembacaan pidato penutupan dan perpisahan anggota DPR periode 2014-2019.

"Nggak ada lagi, terakhir kemarin. Saya pastikan Senin nggak ada lagi RUU yang diambil keputusannya di Paripurna. Karena Paripurna Senin adalah penutupan masa sidang sekaligus pidato perpisahan dari saya," kata Bambang saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Hal itu juga diamini Ketua MPR Zulkifli Hasan. Ia mengaku sudah meminta pimpinan DPR menghentikan seluruh pembahasan RUU di akhir masa kerja.

"Saya sudah komunikasi dengan pimpinan DPR, selanjutnya disampaikan agar menghentikan seluruh RUU yang akan disahkan pada akhir-akhir ini," kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Pembahasan sejumlah RUU itu dihentikan karena mendapat banyak penolakan dari masyarakat, hingga memicu demo besar-besaran di berbagai kota. "RUU bermasalah" itu adalah:

  • RKUHP
  • RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
  • RUU Minerba
  • RUU Pertanahan
  • RUU Perlindungan Data Pribadi
  • RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
  • RUU Ketenagakerjaan
DPR tidak memberi kepastian apakah sejumlah RUU tersebut akan dibahas lagi di periode legislasi 2019-2024, atau mutlak dibatalkan pembahasannya.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Cina Berencana Melarang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan dan Institusi Publik

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Aceh

Menteri Nadiem Ungkap Pengganti Ujian Nasional

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7