Rel Kereta di Sumbar: Dibuat Belanda Tahun 1887, Dibenahi Lagi Tahun 2019

Dari 300 kilometer rel kereta yang ada di Sumbar, yang terpakai baru sekitar 90 kilometer saja.

BERITA | NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 17 Jun 2019 18:09 WIB

Author

Adi Ahdiat

Rel Kereta di Sumbar: Dibuat Belanda Tahun 1887, Dibenahi Lagi Tahun 2019

Seorang anak bermain di atas rel kereta api yang terbengkalai di Ranah Dalam, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/6/2019). (Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra)

KBR, Jakarta - Dari 300 kilometer rel kereta yang ada di Sumatera Barat (Sumbar), yang terpakai baru sekitar 90 kilometer saja. Sedangkan 210 kilometer sisanya terbengkalai selama berpuluh-puluh tahun.

"Saat ini baru 90 kilometer lintasan yang efektif digunakan untuk angkutan orang dan barang," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar, Catur Wicaksono di Padang, kepada Antara, Senin (17/6/2019).

Menurut Catur, rel-rel yang terbengkalai akan diaktifkan lagi secara bertahap mulai tahun 2019 sampai 2024 mendatang.

Jalur yang akan diaktifkan pertama kali adalah rel di Stasiun Simpang Haru - Pulau Aia, Kota Tua, Padang.

"Lintasan itu (Simpang Haru) diaktifkan tahun ini. Panjangnya sekitar tiga kilometer. Ada satu jembatan, satu halte di Tarandam dan satu stasiun yang akan diperbaiki," kata Catur.

Selain ditujukan untuk mengangkut penumpang, rel ini juga akan difungsikan untuk sarana transportasi barang, seperti kelapa sawit dan olahannya.

"Di sini ada potensi minyak CPO untuk dibawa ke Teluk Bayur selain untuk penumpang juga," kata Catur.

"Secara bertahap seluruh lintasan kereta api di Sumbar akan kita aktifkan kembali untuk memberikan layanan maksimal pada masyarakat," tambahnya.


Janji Menhub

Rel kereta di Sumbar merupakan peninggalan dari zaman kolonial Belanda. Rel-rel tersebut tercatat sudah dibuat sejak tahun 1887.

Namun, mulai 1970-an rel kereta di Sumbar mulai ditinggalkan karena kalah saing dengan perkembangan mobil, truk dan jalan raya.

Rencana untuk mengaktifkan lagi jalur perkeretaapian Sumbar baru muncul tahun ini, setelah Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengumumkan komitmen untuk mengembangkan angkutan massal darat.

Pekan lalu Menhub berjanji akan menaikkan anggaran untuk transportasi darat mulai tahun 2020. Moda transportasi yang jadi prioritas pembangunan adalah kereta dan bus.

Untuk pengembangan kereta, Menhub akan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), di mana pihak Kemenhub berperan menyokong infrastruktur, sedangkan PT KAI menangani penyediaan rolling stock seperti lokomotif, gerbong kereta, dan sarana pendukung lainnya.


Baca Juga: Menhub Janji Kembangkan Angkutan Massal Bus dan Kereta

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis

Kabar Baru Jam 8

PM Selandia Baru Akan Bersihkan Konten Ekstrimis di Dunia Online