Share This

Lumpur Lapindo, Pemerintah Sebut Minarak Mulai Bayar Dana Talangan

"Sudah setor. Tapi kecil."

BERITA , NASIONAL

Senin, 28 Mei 2018 20:27 WIB

Ilustrasi: Tanggul penahan lumpur lapindo. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- PT Minarak Lapindo mulai menyicil utang dana talangan lumpur Lapindo kepada pemerintah. Juli 2015, pemerintah mengucurkan Rp 780 miliar untuk menambal biaya kompensasi yang harus dibayar Lapindo kepada masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono mengatakan jumlah yang sudah dibayar PT Minarak Lapindo baru sebagian kecil.

"Saya lupa jumlahnya, tapi sudah setor.  Tapi kecil. Jadi mungkin hanya sebagai tanda bahwa dia commit untuk membayar. Kemudian dia minta direschedule,"kata Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (28/5).

Lapindo diberi waktu melunasi utang mereka paling lambat tahun depan. Besar yang harus dibayarkan lebih dari Rp 780 miliar berikut bunga sebesar 4,8 persen per tahun. 

Namun menurut Bambang, Lapindo justru meminta penjadwalan ulang tenggat pembayaran. Basuki tidak menjelaskan rincian permintaan Lapindo. Kata dia, itu dibahas dengan Kementerian Keuangan.

"Itu nanti dengan Menkeu. (Sudah dibahas di tingkat menteri?) Belum."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.