Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Kasus COVID-19

Agus mengungkapkan, akan lebih berbahaya saat jenazah tersebut tak dimakamkan.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Apr 2020 13:51 WIB

Author

Lea Citra

Jangan Tolak Pemakaman Jenazah Kasus COVID-19

Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta (30/3/2020). (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Covid-19 mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk menerima dan melaksanakan pemakaman jenazah orang yang meninggal akibat terinfeksi virus Corona. Karena, sudah ada prosedur pemakaman sesuai protokol kesehatan sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19. Juru bicara Satgas Covid-19 Agus Wibowo mengatakan, akan segera mensosialisasikan prosedur pemakaman kasus Covid-19 tersebut.

"Jadi himbauannya, warga, ini mayat sudah diperlakukan, sudah dibungkus, sudah di-cover, sudah diproses sama tim kesehatan. Jadi dijamin aman. Jadi kalau dikuburkan, nanti protokolnya empat jam, maksimal empat jam harus segera dikubur. Jadi kalau sudah dikubur, dia dijamin tidak ada, tidak bisa menularkan lagi. Jadi masyarakat diimbau tidak menolak. Karena ini kan, nanti kalau ditolak mau dikubur dimana?" kata Agus kepada KBR, Kamis (2/4/2020).

Agus menambahkan, tidak boleh ada daerah yang menolak pemakaman jenazah kasus Covid-19. Agus mengungkapkan, akan lebih berbahaya saat jenazah tersebut tak dimakamkan. Menurutnya, sisi kemanusiaan masyarakat dan pemerintah daerah harus didorong terkait kasus ini.

"Harusnya diperlakukan sama dong ini gitu. Jangan sampai memperlakukan saudara-saudari kita seperti itu. Kan bisa juga ini mengenai saudara dia atau keluarga mereka. Jadi harusnya masyarakat memperlakukan baik saudara-saudari mereka, yang sudah meninggal. Sehingga bisa dikuburkan yang layak, dan dijamin tidak menular lagi virusnya," tegasnya.

Pada Rabu (1/4/2020) kemarin, beredar berita dan video di media (sosial) yang memperlihatkan sejumlah warga Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menghadang ambulans yang membawa jenazah pasien virus Corona. Akibatnya, pemakaman sempat terlantar, dan Bupati Banyumas Achmad Husein terpaksa turun tangan mengendalikan aksi penolakan pemakaman yang dilakukan oleh warganya.

Editor: Fadli Gaper 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Hari Raya Tanpa Tunjangan

Gunakan Kalender Aboge, Kejawen Banyumas Rayakan Idulfitri Pada Hari Ini

Kabar Baru Jam 7

Serba-serbi Warga Berlebaran di Tengah Pandemi

Taliban dan Pemerintah Afganistan Sepakat Genjatan Senjata Saat Idulfitri