Imbas Pandemi, Stok Darah PMI Jabodetabek Merosot Hingga 70 Persen

"Itu juga dampak akibat adanya social distancing kan, orang tidak ada yang bekerja di kantor, harus bekerja di rumah."

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Mar 2020 18:12 WIB

Author

Dwi Reinjani

Imbas Pandemi, Stok Darah PMI Jabodetabek Merosot Hingga 70 Persen

Petugas PMI Kota Tangerang menyaring darah di laboratorium darah di kantor PMI, Kota Tangerang, Banten, Minggu (29/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Ketua Bidang Unit Donor Darah PMI Linda Lukitasari Waseso melaporkan stok darah di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Jabodetabek) menipis akibat gerakan jaga jarak atau social distancing.

“Memang Palang Merah Indonesia, dalam hal ini unit donor darahnya, terutama yang menjadi tempat episentrum, dengan adanya pandemi atau wabah dari pada Covid-19 ini (stok darah) sangat menipis. Apalagi kalau daerahnya itu DKI Jakarta dan sekitarnya, itu bisa sampai sekitar 30-50 persen, atau kadang 70 persen itu tergantung golongan darahnya, kami kekurangan," ujar Linda saat dihubungi KBR, Senin (30/3/2020).

"Itu juga dampak akibat adanya social distancing kan, orang tidak ada yang bekerja di kantor, harus bekerja di rumah. 'Di rumah saja', tagline-nya kan seperti itu,” lanjutnya.


PMI Datang ke Rumah Pendonor

Linda menyebut saat ini kebutuhan darah cukup banyak. Bukan hanya untuk kedaan darurat seperti kecelakaan, namun juga untuk penderita penyakit lain seperti kanker, thalasemia, dan demam berdarah.

PMI pun kini membuka pendaftaran donor darah secara online, agar pasokan darah tetap terpenuhi tanpa harus mengumpulkan masyarakat di satu tempat.

“Di beberapa tempat kami 'menjemput bola' ke rumah-rumah. Contohnya di DKI Jakarta ada hotline itu, kalau di rumah ada 10 orang PMI akan datang. Kalau dulu kan ke kantor-kantor dalam jumlah besar, sekarang tidak bisa, maka sekarang seharinya paling banyak 10 sampai 20 orang yang sudah kontak online,” ujar Linda.

Linda mengaku metode 'jemput bola' ini sudah diterapkan sejak sepekan setelah adanya surat edaran social distancing dari pemerintah.

Selain itu PMI juga meminta bantuan kepada panglima TNI dan Kapolri untuk membantu donor darah dari kesatuan-kesatuan mereka.


PMI Siapkan Protokol Donor Darah Khusus

Linda juga menegaskan para petugas PMI sudah memahami tata cara melakukan donor darah tanpa risiko penularan Covid-19. Selain memperhatikan lokasi dan waktu pelaksanaan, mereka juga akan mengecek kondisi kesehatan pendonor terlebih dulu.

Ia pun mengimbau masyarakat tidak perlu takut melakukan donor, karena tempat transfusi darah sudah dipersiapkan sesuai standar WHO untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“(Golongan darah) AB itu presentasi paling sedikit, lalu A kemudian B baru O. Namun tergantung kebutuhan juga, kalau saat ini di Jakarta memang sedang banyak dibutuhkan golongan A, jadi kami butuh banyak pendonor dengan golongan darah A dan AB,” ujarnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Taiwan Berlakukan Larangan Masuk Pekerja Migran Asal Indonesia

Kamboja Tetap Tutup Sekolah Hingga Januari 2021

Kondisi Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan Seiring Meningkatnya Kasus Penularan Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8