Cina Berencana Luncurkan 'Bulan' Buatan untuk Terangi Kota

Diharapkan inovasi ini akan menjadi alternatif yang lebih murah, dari pada penggunaan listrik untuk penerangan.

BERITA , INTERNASIONAL

Kamis, 18 Okt 2018 17:55 WIB

Author

Pricilia Indah Pratiwi

Cina Berencana Luncurkan 'Bulan' Buatan untuk Terangi Kota

Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

KBR - Chengdu, sebuah kota berpenduduk 14 juta orang di provinsi Sinchuan, Cina berencana meluncurkan 'bulan' palsu ke ruang angkasa yang diharapkan bisa menerangi jalan-jalan pada malam hari.

Para pejabat di Chengdu mengatakan, satelit atau bulan palsu itu akan ditempatkan di orbit pada 2020 mendatang dan mampu memantulkan sinar matahari. Mereka mengklaim, cahaya bulan palsu itu cukup terang untuk mengganti lampu jalan.

Melansir Guardian, inovasi tersebut dikemukakan oleh Wu Chunfeng, ketua kontraktor ruang angkasa swasta Chengdu Aerospace Science and Technology Microelectronics System Research Institute Co (Casc). Pernyataan itu diungkap saat acara inovasi dan kewirausahaan massal nasional yang diadakan di Chengdu pekan lalu.

Dalam komentar yang pertama kali dilaporkan oleh CIFNews, Chunfeng mengatakan bulan buatan yang telah menjalani pengujian selama beberapa tahun, akan menghasilkan setidaknya delapan kali lebih banyak cahaya daripada bulan asli.

Belum jelas juga apakah rencana tersebut memiliki dukungan dari kota Chengdu atau pemerintah Cina, meskipun Casc adalah kontraktor untuk program luar angkasa China. Jika Chengdu dapat memperoleh persetujuan, kota ini dapat menghemat uang untuk penerangan jalan-jalan.

Dikutip dari Telegraph, para ilmuwan telah memperingatkan perangkat itu dapat mengganggu satwa liar dan sistem yang mengamati atmosfer bumi. Namun, Kang Weimin, seorang direktur di School of Aerospace di Harbin Institute of Technology, mengatakan kepada CIFNews satelit akan menghasilkan cahaya seperti senja, yang berarti tidak akan mempengaruhi hewan.

Satelit itu akan menggunakan lapisan reflektif untuk mengarahkan cahaya dan menerangi area di bumi dengan diameter 10-80 kilometer. Sementara jangkauan pencahayaan yang tepat dapat dikontrol dalam radius puluhan meter. Chunfeng tidak mengatakan berapa biaya yang dihabiskan untuk proyek tersebut.

Peluncuran ini menyusul proyek serupa pada 1999, ketika para peneliti Rusia berencana menggunakan cermin yang mengorbit untuk menerangi kota-kota di Siberia.

Skema itu yang dikembangkan oleh Rusia menggunakan alat yang disebut Znamya 2. Alat itu dilengkapi dengan cermin 25 meter untuk menerangi sepetak luas tiga mil dari tanah. Selama orbit pertama, pesawat hancur setelah tabrakan di angkasa. Kemudian, skema itu ditinggalkan.



Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.