Share This

850 Ribu Pengungsi Mencari Suaka di Eropa Tahun Ini

Warga Suriah meninggalkan negaranya setelah memburuknya kondisi keamanan di sana dan meningkatnya pertempuran. Mereka kini berada di negara-negara tetangga karena berkurangan program bantuan.

BERITA , INTERNASIONAL

Rabu, 09 Sep 2015 16:23 WIB

Suasana di kamp pengungsian warga Suriah. (Foto: FreedomHouse/Creative Commons)

KBR - PBB memperkirakan sedikitnya 850 ribu pengungsi akan melintasi Mediterania mencari suaka di Eropa tahun ini.

Badan urusan pengungsi PBB UNHCR menyatakan sebagian besar pengungsi berasal dari Suriah.

Warga Suriah meninggalkan negaranya setelah memburuknya kondisi keamanan di sana dan meningkatnya pertempuran. Mereka kini berada di negara-negara tetangga karena berkurangan program bantuan ke Suriah.  

Dalam laporannya, UNHCR mengantisipasi 400 ribu kedatangan pengungsi baru yang mencari perlindungan internasional di Eropa lewat Mediterania atau laut tengah pada 2015.

Juru bicara UNHCR, William Spindler, mengatakan prediksi tahun ini hampir terpenuhi dengan 366 ribu pengungsi yang sudah melakukan perjalanan.

Tapi jumlah ini bisa meningkat mengingat cuaca semakin dingin dan kondisi laut yang lebih berbahaya.

William mengimbau negara-negara yang menjadi tujuan agar membuat kebijakan pencari suaka yang lebih terpadu untuk menghadapi jumlah pencari suaka yang terus meningkat. (Reuters/AFP)

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.