Share This

Korut Kembali Ancam Serang Gedung Putih dengan Rudal Balistik

Korea Utara mengingatkan bahwa Gedung Putih di Amerika dan Gedung Biru atau Istana Kepresidenan Korea Selatan di Seoul berada dalam jangkauan persenjataan militer Korea Utara.

BERITA , INTERNASIONAL

Kamis, 13 Agus 2015 11:41 WIB

Bendera Korea Utara. Foto: Antara

KBR - Korea Utara mengancam akan menyerang Istana Kepresidenan Gedung Putih Amerika Serikat. Ancaman itu keluar setelah Amerika Serikat melakukan latihan militer bersama Korea Selatan, Senin lalu. Latihan perang itu melibatkan puluhan ribu tentara.

Pemerintah Korea Utara menganggap latihan bersama itu sebagai provokasi dan deklarasi perang. Dalam pernyataan yang dikeluarkan Komite Korea Utara untuk Reunifikasi Korea Damai, negara itu menyebut latihan perang Amerika dan Korea Selatan dengan sandi Pembebasan Ulchi itu merupakan latihan untuk perang nuklir melawan Utara.

Korea Utara mengingatkan dua negara itu, bahwa dua tempat penting di dua negara, yaitu Gedung Putih di Amerika dan Gedung Biru atau Istana Kepresidenan Korea Selatan di Seoul berada dalam jangkauan persenjataan militer Korea Utara.

Negara itu memang memiliki program pengembangan peluru kendali atau rudal balistik untuk melengkapi strategi senjata nuklir mereka. Rudal balistik mereka bisa diluncurkan dari kapal selam yang bisa berada jauh di luar wilayah Semenanjung Korea. Meski demikian, klaim ini diragukan sejumlah ahli. (Sumber: AFP/Reuters)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.