Share This

PBB: Dalam Hitungan Hari Sierra Leone Bebas Ebola

Hal itu dikarenakan adanya penanganan yang cepat ketika seseorang terdeteksi Ebola.

BERITA , INTERNASIONAL

Selasa, 02 Jun 2015 17:25 WIB

Ilustrasi penanganan virus Ebola. Foto: Antara

Ilustrasi penanganan virus Ebola. Foto: Antara

KBR - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memastikan Sierra Leone akan bebas dari virus ebola dalam hitungan hari. Kepala Penanganan Wabah Ebola PBB, David Nabarro mengatakan hal itu dikarenakan adanya penanganan yang cepat ketika seseorang terdeteksi Ebola. Ia juga mengatakan hilangnya wabah Ebola juga berkat faktor partisipasi yang aktif dari masyarakat, nasional, dan kepemimpinan kuat dari Presiden Sierra Leone, Ernest Koroma.

Namun, Negara Guinea diperkirakan masih memerlukan banyak waktu untuk bisa bersih dari Ebola. Hal ini akibat kurangnya pemahaman tenaga medis di sana dan minimnya kerjasama antara masyarakat dengan petugas kesehatan.

Sejak wabah Ebola merebak lebih dari setahun yang lalu, sekitar 11.000 orang telah tewas di seluruh Afrika Barat termasuk Sierra Leone, Guinea dan Liberia yang menanggung beban epidemi. Nigeria dan Senegal dinyatakan bebas Ebola tahun lalu, dan Mali mengikuti pada Januari 2015. Sementara, Liberia dinyatakan bebas dari penyakit tersebut bulan lalu. (Aljazeera)

Editor: Malika
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.