Share This

Kapal Militer AS Diterjunkan ke Perairan Malaysia, Cari Rohingya

Ada kemungkinan warga Rohingya terdampar di lautan lepas. Selain itu, Amerika berkomitmen mengatasi permasalahan krisis kemanusiaan yang terjadi di negara Myanmar tersebut.

BERITA , INTERNASIONAL , INTERNASIONAL

Selasa, 09 Jun 2015 09:00 WIB

Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Anne C Richard, sedang berdialog dengan perempuan rohingnya di barak pengungsi didermaga tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lapang, Kabupaten Aceh Utara

KBR, Lhokseumawe Asisten Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Anne C Richard menyatakan, kapal perang milik militer AS diterjunkan untuk mencari manusia perahu di perairan Malaysia dan Thailand.

"Untuk mencari orang-orang yang masih hanyut pengungsi ini di lautan dan kami mengapresiasi Malaysia yang memperbolehkan kami menerbangkan pesawat pemantau kami di perairan mereka," kata Anne Richard didampingi Duta Besar Amerika, Rober Blake di barak pengungsi TPI Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (8/6/2015).  

Pasalnya, ada kemungkinan warga Rohingya terdampar di lautan lepas. Kata dia, Amerika berkomitmen mengatasi permasalahan krisis kemanusiaan yang terjadi di negara Myanmar tersebut.

”Pada 29 Mei lalu, kami juga berdiskusi dengan Menlu Thailand agar kami diperbolehkan menerbangkan pesawat pemantau kami untuk upaya penyelamatan ini,” tambahnya.

Sebelumnya seribuan pengungsi Rohingya ditemukan terdampar di perairan Selat Malaka, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur. Selain dari negara Myanmar banyak juga di antaranya yang berasal dari Bangladesh.




Editor: Damar Fery Ardiyan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.