PBB: Hanya Vaksin yang Bisa Hentikan Pandemi Covid-19

"Untuk mencegah ekonomi kolaps, pemerintah perlu mengambil peran besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya demi mengamankan keberlanjutan bisnis dan lapangan kerja."

BERITA | INTERNASIONAL

Kamis, 16 Apr 2020 10:47 WIB

Author

Adi Ahdiat

PBB: Hanya Vaksin yang Bisa Hentikan Pandemi Covid-19

Seorang dokter bekerja di laboratorium tes Covid-19 di Idlib, Suriah, Senin (13/4/2020). (ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta - "Mungkin hanya vaksin (Covid-19) yang bisa membuat dunia jadi 'normal' kembali."

Pernyataan itu dilontarkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dalam rapat daring dengan negara-negara anggota PBB kawasan Afrika, seperti dilansir Channel News Asia , Kamis (16/4/2020). 

"Kita butuh upaya ambisius untuk memastikan agar para pemangku kepentingan internasional bekerja secara harmonis, terintegrasi, untuk memaksimalkan kecepatan penyaluran vaksin tersebut secara universal pada akhir 2020," kata Guterres lagi.


Berita Terkait: Ada 70 Kandidat Vaksin Covid-19, Cina di Posisi Terdepan


Harus Ada Rencana Ekonomi Jangka Panjang

Pandangan serupa disampaikan ahli virologi dari Belgia Guido Vanham dan pimpinan World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab.

"Satu-satunya strategi jangka panjang untuk memberantas virus ini (Covid-19) adalah obat dan atau vaksin," kata mereka di situs WEF, Senin (13/4/2020).

WEF pun menegaskan dunia tak bisa sekadar berharap sampai obat dan vaksin itu ditemukan dan didistribusikan secara meluas.

"Dengan tidak adanya vaksin yang tersedia, dan dengan mengetahui kemungkinan (pembuatan vaksin) akan memakan waktu lebih dari satu tahun, bahkan mungkin beberapa tahun, bukan beberapa bulan, kita harus membuat perubahan mendasar pada sistem ekonomi kita," kata mereka.

"Untuk mencegah ekonomi kolaps, pemerintah perlu mengambil peran besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya demi mengamankan keberlanjutan bisnis dan lapangan kerja," lanjutnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Antisipasi Arus Balik Pemudik ke Jakarta