Riset: SARS CoV-2 Bisa Menempel di Ruangan, Tapi Bisa Hilang dengan Disinfektan

"Lingkungan berpotensi menjadi media penularan, menunjukkan perlunya kepatuhan ketat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tangan."

BERITA | INTERNASIONAL

Kamis, 05 Mar 2020 11:42 WIB

Author

Adi Ahdiat

Riset: SARS CoV-2 Bisa Menempel di Ruangan, Tapi Bisa Hilang dengan Disinfektan

Ilustrasi: Petugas menyemprot disinfektan di ruangan suatu kantor di Shanghai, Cina, Rabu (12/2/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - SARS CoV-2, virus penyebab penyakit Covid-19, bisa menempel di ruangan atau lingkungan sekitar orang-orang yang terinfeksi.

Hal itu disampaikan peneliti Singapura Sean Wei Xiang Ong dalam laporan risetnya yang dipublikasikan portal Journal of the American Medical Association (JAMA) Network, Rabu (4/3/2020).

Xiang Ong meneliti kontaminasi virus di beberapa ruangan isolasi pasien Covid-19 di Singapura, dalam kondisi sebelum dan sesudah dibersihkan.

Di ruangan yang belum dibersihkan, Xiang Ong menemukan virus SARS CoV-2 menempel di tempat-tempat seperti:

  • Kipas saluran udara;
  • Toilet duduk;
  • Wastafel, dan;
  • Gagang pintu.

Tapi, di ruangan yang sudah dibersihkan, virus itu tidak ditemukan.

"Setelah dibersihkan, sampel ruangan negatif (tidak ada SARS CoV-2), menunjukkan bahwa tindakan dekontaminasi saat ini sudah cukup," kata Xiang Ong dalam laporannya.

Ruangan isolasi pasien Covid-19 yang dijadikan sampel itu dibersihkan rutin dua kali sehari dengan sodium dichloroisocyanurate, senyawa kimia pembasmi kuman atau disinfektan. 

"Kontaminasi lingkungan yang signifikan oleh pasien SARS-CoV-2 menandakan lingkungan berpotensi menjadi media penularan, menunjukkan perlunya kepatuhan ketat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tangan," lanjutnya.

Dalam riset ini Xiang Ong tidak menemukan bukti bahwa SARS CoV-2 bisa mengontaminasi udara. Namun, ia menegaskan sampel risetnya masih terbatas sehingga perlu ada penelitian lebih lanjut tentang hal itu.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Adaptasi dengan Tren Belanja Bahan Pangan dari Rumah

Kabar Baru Jam 10