Gara-gara Pandemi, Ada 3 Juta Pengangguran Baru di AS

"Ada peningkatan sebanyak 3.001.000 (pengajuan asuransi pengangguran) dalam seminggu belakangan," lapor Departemen tenaga Kerja AS.

BERITA | NASIONAL | INTERNASIONAL

Jumat, 27 Mar 2020 13:12 WIB

Author

Adi Ahdiat

Gara-gara Pandemi, Ada 3 Juta Pengangguran Baru di AS

Jalanan di kawasan komersial Times Square, New York, AS, sepi akibat wabah Covid-19, Senin (23/3/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta- Pandemi Covid-19 mematikan pemasukan berbagai sektor bisnis di seluruh dunia. Di Amerika Serikat (AS), pandemi ini juga telah memaksa banyak perusahaan tutup hingga muncul sekitar 3 juta pengangguran baru.

"Selama pekan ketiga Maret 2020 ada peningkatan pengajuan asuransi pengangguran karena dampak Covid-19," lapor Departemen Tenaga Kerja AS dalam siaran persnya, Kamis (26/3/2020).

"Ada peningkatan sebanyak 3.001.000 (pengajuan asuransi pengangguran) dalam seminggu belakangan," lanjutnya.

Menurut Departemen Tenaga Kerja AS, sektor industri yang paling terdampak virus corona jenis baru adalah:

  • Akomodasi dan restoran;
  • Seni, hiburan, dan rekreasil
  • Transportasi;
  • Pergudangan, dan;
  • Manufaktur.

Departemen Tenaga Kerja AS menyebut lonjakan pengangguran ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 1982.


Pemerintah AS Sudah Siapkan Dana Darurat Ratusan Miliar Dolar

Perwakilan Departemen Tenaga Kerja AS Eugene Scalia mengaku sudah menyiapkan dana darurat untuk menghadapi masalah ini.

"Dampak keras (pandemi Covid-19) terhadap pekerja AS ini sudah diantisipasi dengan undang-undang yang disahkan Senat semalam, yang menyediakan ratusan miliar dolar untuk bantuan pengangguran selama pandemi," jelas Eugene dalam siaran persnya, Kamis (26/3/2020).

Eugene menyebut bentuk bantuan pengangguran dari pemerintah AS itu berupa:

  • Satu kali paket bantuan uang tunai sebesar US$1.200 (sekitar Rp19 juta) atau lebih untuk warga AS, dan;
  • Insentif keuangan untuk perusahaan agar bisa tetap menggaji karyawannya.


Bagaimana dengan di Indonesia?

Sama seperti di AS, pandemi Covid-19 juga memukul banyak sektor bisnis di Indonesia.

Pekan ini saja, Kementerian Koperasi dan UKM sudah mendapat laporan ada 500-an UKM yang bisnisnya melemah akibat wabah Covid-19.

Menurut survei Indonesia Event Industry Council, industri event organizer (EO) dan meeting, incentive, conference, exhibiton (MICE) kehilangan potensi pemasukan sekitar Rp2 miliar-Rp5 miliar per badan usaha akibat maraknya pembatalan acara.

Menurut laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), penutupan destinasi wisata di berbagai daerah juga membuat mereka kehilangan potensi pemasukan hingga Rp2,7 triliun.

Kendati begitu, sampai hari ini, Jumat (26/3/2020), Kementerian Ketenagakerjaan RI belum merilis laporan terpadu terkait jumlah warga yang kehilangan pekerjaan akibat wabah.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas