Libur Imlek: Ajang Mudik Tahunan Terbesar di Dunia

Menurut data State Council of the People’s Republic of China, ada sekitar tiga miliar perjalanan yang dilakukan warga Tiongkok dalam masa libur Imlek 2019.

RUANG PUBLIK , INTERNASIONAL , INTERMEZZO

Senin, 04 Feb 2019 16:12 WIB

Author

Adi Ahdiat

Libur Imlek: Ajang Mudik Tahunan Terbesar di Dunia

Wisatawan mengunjungi Kampung Cina di Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019). Kampung Cina merupakan salah satu destinasi wisata lokal yang kerap ramai jelang tahun baru Imlek. (Foto: ANTARA/Yulius Satria W)

Imlek merupakan tradisi penting dalam kebudayaan Tionghoa. Di beberapa negara Imlek juga merupakan momen libur panjang, sekaligus ajang mudik tahunan bagi miliaran orang.

Menurut data State Council of the Pepople’s Republic of China, ada sekitar tiga miliar perjalanan yang dilakukan warga Tiongkok dalam masa libur Imlek 2019. Artinya, Imlek tahun ini menjadi peristiwa migrasi tahunan manusia terbesar di seluruh dunia.


Tradisi Pergerakan Musim Semi

Warga Tiongkok memiliki tradisi yang disebut Chunyun, yang artinya “pergerakan musim semi”. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Imlek, di mana warga keturunan Tionghoa akan pulang ke kampung halaman setiap menjelang musim semi.

“Pergerakan musim semi” biasanya dimulai sejak 15 hari sebelum Imlek. Tradisi ini umum dilakukan miliaran penduduk Cina serta warga keturunan Tionghoa yang tinggal di berbagai negara lain.

Di negara Tiongkok, tahun ini diperkirakan ada sekitar 2,46 miliar perjalanan Chunyun yang dilakukan menggunakan mobil pribadi, 413 juta perjalanan lewat kereta, serta 73 juta perjalanan dengan pesawat.


Persiapan Pemerintah Tiongkok Hadapi Imlek

Untuk menghadapi arus mudik yang sangat masif tersebut, setiap tahunnya pemerintah Tiongkok terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana transportasi publik.

Menurut lansiran Xinhuanet.com, pada akhir 2018 lalu pemerintah Tiongkok merampungkan pembangunan 10 rel jalur kereta baru untuk melayani Chunyun tahun 2019. Dengan demikian, layanan kereta di negara ini bisa menambah jangkauannya hingga sejauh 29.000 kilometer.

Untuk menghindari terjadinya antrian yang membludak, pemerintah juga menerapkan sejumlah teknologi baru di stasiun kereta. Teknologi ini meliputi sistem pengenalan wajah penumpang, sistem perjalanan ticketless, serta penggunaan robot artificial intelligence (AI) untuk membagikan air minum gratis kepada penumpang.

Pemerintah Tiongkok menyediakan 4.787 rangkaian kereta untuk arus mudik sebelum Imlek, dan 4.860 rangkaian kereta untuk arus baliknya. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.300-nya merupakan kereta berkecepatan tinggi (high speed).

Kementerian Transportasi Cina juga menyiapkan 7.400 stasiun pengisian mobil listrik di jalur-jalur mobil sepanjang 4,86 juta kilometer.


Indonesia Termasuk Destinasi Favorit Liburan Imlek

Menurut laporan Ctrip, agen perjalanan online terbesar di Cina, di masa libur Imlek 2019 ada sekitar 66 juta penerbangan domestik dari bandara-bandara utama seperti Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu dan Kunming.

Ada juga 7 juta warga yang menghabiskan liburannya dengan berwisata ke luar negeri. Berdasar data pesanan tiket yang masuk ke Ctrip, destinasi luar negeri yang paling banyak dikunjungi warga Tiongkok pada Imlek 2019 ini adalah Thailand, Jepang dan Indonesia. (Dari berbagai sumber)

Editor: Agus L Amsa
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERNASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pascapenggerebekan, Mahasiswa Papua di Surabaya Trauma

Cek Fakta Top 5 Hoax of The Week 10 - 16 Agustus 2019

Season 2 Eps.2: Pro Life dan Pro Choice