Facebook Investasi Rp100 Miliar untuk Berantas Konten Terorisme

Facebook berencana membuat algoritma baru untuk mendeteksi dan menghapus konten-konten terorisme secara otomatis.

INTERMEZZO

Rabu, 15 Mei 2019 19:14 WIB

Author

Adi Ahdiat

Facebook Investasi Rp100 Miliar untuk Berantas Konten Terorisme

Ilustrasi. (Foto: Flickr/mkhmarketing)

Maret 2019, seorang teroris melakukan penembakan membabi buta di Masjid Christchurch, Selandia Baru, dan menyiarkannya secara live di Facebook.

Siaran live itu kemudian terduplikasi hingga ribuan copy, lantas menyebar di kanal lain seperti Instagram, Youtube, dan Twitter.

Demi mencegah hal serupa terulang lagi, kini Facebook telah membuat kebijakan dan sistem baru  yang membatasi penggunaan fitur live streaming di platform-nya.

Facebook juga mengeluarkan investasi sebesar $7,5 juta atau sekitar Rp100 miliar untuk mengembangkan algoritma pemberantas konten terorisme.


Kerja Sama dengan Tiga Universitas

Untuk mengembangkan algoritma tersebut, Facebook mengadakan kerja sama dengan tiga universitas di Amerika Serikat, yakni Cornell University, University of Maryland, dan University of California.

Kerja sama ini diharapkan bisa menghasilkan teknologi untuk mendeteksi serta menghapus konten video, audio, foto, ataupun gambar yang memuat propaganda terorisme.

Sebelumnya, Facebook juga sempat dituduh mempromosikan konten terorisme, karena algoritma mereka membuat laman-laman profil kelompok teroris secara otomatis.

Facebook kemudian menyatakan akan melakukan perbaikan, sekaligus menegaskan komitmennya untuk melawan kelompok-kelompok teroris di seluruh dunia.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - INTERMEZZO

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mendikbud Nadiem Makarim Diminta Perbaiki Mental dan Moralitas