OJK: Isu Politis Pengaruhi Sektor Keuangan

"Industri pasar modal Indonesia, sebagaimana di pasar modal negara lain, sangat mencermati, sekaligus sangat sensitif dengan isu yang berkembang,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 15 Des 2016 21:28 WIB

Author

Dian Kurniati

OJK: Isu Politis   Pengaruhi Sektor Keuangan

Ilustrasi (sumber: Antara)


KBR, Jakarta- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat berbagai kebijakan pemerintah atau isu-isu politis turut mempengaruhi industri keuangan, yang salah satunya indikatornya adalah indeks harga saham gabungan (IHSG). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan,  sepanjang   2016 ini mengalami pertumbuhan sekitar 15 persen.

Kata dia, IHSG bahkan sempat tumbuh hingga 18 persen, saat pertengahan tahun lalu pemerintah memberlakukan kebijakan program pengampunan pajak atau tax amnesty. Sehingga, kata dia, industri keuangan Indonesia sangat rentan terhadap berbagai isu-isu politis domestik.

"Industri pasar modal Indonesia, sebagaimana di pasar modal negara lain, sangat mencermati, sekaligus sangat sensitif dengan isu yang berkembang, termasuk yang di luar pasar modal, akan pengaruhi kepada keputusan investasi dan keputusan bisnis perusahaan-perusahaan di pasar modal. Dan itu dapat dilihat langsung, dari salah satu indikatornya di indeks harga saham gabungan," kata Nurhaida di Hotel Ritz, Kamis (15/12).

Nurhaida mengatakan, IHSG Indonesia saat dibuka pada awal 2016, berada di posisi 4.526. Pada pertengahan tahun lalu, IHSG mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan, menjadi 4.800 atau tumbuh 11 persen. Adapun saat Undang-undang Tax Amnesty disahkan dan diberlakukan, IHSG menjadi 5.400 atau tumbuh 18 persen. Kini, sampai pekan kedua bulan Desember 2016, IHSG Indonesia ada di level 5.200 atau tumbuh 15 persen.

Nurhaida berujar, IHSG itu sangat dipengaruhi isu-isu yang tengah berkembang atau kebijakan pemerintah. Sejak puncak pertumbuhannya pada Juli 2016, kini IHSG yang menurun karena tekanan dari isu global yang tidak bisa dihindari. Adapun yang kini tengah menekan IHSG Indonesia, kata Nurhaida, adalah karena investor tengah menanti arah kebijakan Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kisah Perempuan Listrik asal Semarang yang Mendunia

Kabar Baru Jam 8

Menilik Gerakan Digital Warganet Sepanjang 2020

Kabar Baru Jam 10