Pemilihan Ketum PSSI, Ini Harapan Jokowi

Kita hanya berharap agar yang menjadi Ketua Umum PSSI betul-betul memiliki integritas yang baik dan bisa membawa kemajuan bagi sepak bola di tanah air.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 01 Nov 2019 20:01 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemilihan Ketum PSSI, Ini Harapan Jokowi

Sejumlah Calon Ketua Umum PSSI menyampaikan visi dan misi kepada media di Jakarta. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo berharap Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang akan terpilih di Kongres Luar Biasa PSSI, Sabtu (2/11/2019) besok, bisa mengerek prestasi tim sepak bola di Indonesia.

Jokowi mencontohkan, raihan prestasi saat pertandingan Piala Dunia U-20, di mana Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2021.

Namun,  Jokowi memastikan negara tak akan mengintervensi proses pemilihan Ketua Umum PSSI yang saat ini diperebutkan oleh 11 orang.

"Statuta FIFA-nya tidak memungkinkan untuk itu. Jadi kita lihat. Kita hanya berharap agar yang menjadi Ketua Umum PSSI betul-betul memiliki integritas yang baik dan bisa membawa kemajuan bagi sepak bola di tanah air. Apalagi kita ini Tahun 2021 akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Saya sudah titip ke Menpora tolong ini betul-betul disiapkan mulai dari sekarang, didukung PSSI untuk menyiapkan U-20 kita mulai dari sekarang," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (01/11/2019).

Selain menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia 2021, Jokowi juga menargetkan prestasi Timnas U-2- bisa menembus semifinal atau final di kejuaraan dunia itu.

Sebelumnya, isu sepak bola juga pernah disinggung Presiden Jokowi saat melantik Zainudin Amali sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Rabu pekan lalu.

Saat pelantikan, Jokowi meminta Zainudin Amali meningkatkan prestasi sepak bola nasional, termasuk rutin mengirim anggota tim berlatih ke luar negeri.


Editor: Kurniati Syahdan
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak