Masyarakat Asli Papua Dirikan Serikat Pekerja

"Serikat Buruh Demokrasi orang asli Papua sudah terbentuk. Ini khusus untuk pekerja atau buruh orang asli Papua," tutur Kope Wenda.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 12 Nov 2019 12:55 WIB

Author

Arjuna Pademme

Masyarakat Asli Papua Dirikan Serikat Pekerja

Sejumlah mahasiswa asal Papua mengikuti aksi damai di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta (4/10/2019). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

KBR, Jayapura - Masyarakat asli Papua mendirikan organisasi serikat pekerja, yakni Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Orang Asli Papua (FSBDSOAP).

Pendiri serikat pekerja orang asli Papua sekaligus Ketua DPP, Kope Wenda mengatakan, pendirian organisasi bertujuan memberikan perlindungan dan pembelaan terhadap pekerja orang asli Papua di berbagai sektor, terutama mereka yang tidak mendapat hak-hak pekerjanya.

Ditambahkannya, gagasan pendirian organsasi didasari oleh berbagai temuan di lapangan, dimana ada pekerja asli Papua yang tidak mendapat upah layak, tidak diberikan jaminan keselamatan kerja oleh pemberi kerja, dan hak-hak lainnya.

"Serikat Buruh Demokrasi orang asli Papua sudah terbentuk. Ini khusus untuk pekerja atau buruh orang asli Papua. Nanti itu kita apa, pembelaan hak-hak orang asli Papua. Nanti kita pelantikan dulu. Target pelantikan nanti kita rapat pengurus DPP," kata Kope Wenda kepada KBR, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, serikat pekerja orang asli Papua telah berbadan hukum dan terdaftar di Kementerian Dalam Negeri, dengan nomor registrasi 3200-00-00/450/VII/2019 dan diterbitkan pada 23 Juli 2019.

"Kehadiran organisasi ini juga diharapkan dapat membangkitkan solidaritas antarsesama pekerja orang asli Papua," ujarnya.

Kope melanjutkan, kepengurusan serikat pekerja asli Papua telah terbentuk di 28 kabupaten dan satu kota di Papua, dengan jumlah anggota mencapai 2.500 pekerja.

"Kami menyadari ke depan, kami akan menghadapi berbagai tantangan. Bisa saja dari orang asli Papua sendiri yang tidak sependapat dengan hadirnya organisasi ini. Tapi kami sudah siap, karena itu merupakan dinamika dalam berorganisasi," tukasnya.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme