Ketum Baru, Asosiasi Pemain Profesional Minta PSSI Fokus

"Kalau sekadar nama doang tetapi yang menjalankan orang lain yang bukan di bidang itu, ya sama juga bohong,"

BERITA | NASIONAL

Senin, 04 Nov 2019 09:29 WIB

Author

Kevin Candra

Ketum Baru, Asosiasi Pemain Profesional Minta PSSI Fokus

Ketua Umum PSSI terpilih Mochamad Iriawan menyampaikan konferensi pers usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Sabtu (2/11/2019). (Antara/Sigid)

KBR, Jakarta-     Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) meminta Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Anggota Komite Eksekutif (Exco) fokus pada kepengurusan PSSI. Alasannya agar program kerja yang direncanakan berjalan dengan baik. 

Ketua Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) Firman Utina mengatakan, untuk saat ini kepengurusan PSSI banyak memegang jabatan sebagai pemilik klub hingga menduduki jabatan struktural di kepolisian dan TNI.

"Kalau sekiranya mereka Exco-Exco ini mereka rata-rata saya lihat memegang tim juga, ya otomasis siapa yang menjalankan roda kompetisi nanti? Lalu pembenahan usia dini, kita belum tau siapa yang menjalani. Kalau sekadar nama doang tetapi yang menjalankan orang lain yang bukan di bidang itu, ya sama juga bohong," ujar Ketua Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) Firman Utina kepada KBR, Minggu (03/11/2019)

Firman Utina menyebut jika  Exco harus berfokus pada program kerja yang utama, seperti pembinaan usia dini hingga senior  agar menghasilkan pemain yang berkualitas. Kata dia, saat ini liga di Indonesia belum seluruhnya tertata dengan baik terutama untuk liga usia dini, karena belum ada mekanisme yang rinci untuk menjalankan kompetisi usia dini.

"Ada satu stakeholder menyelenggarakan pertandingan, dari enam bulan usia 11 tahun itu, hampir 500 menit mereka bermain, ini sudah lebih dari keseluruhan. Memang sistemnya liga, bagus, tetapi jangan lihat bagusnya saja. Kita lihat anatomi anak baru, umur anak. Tetapi apakah mereka akan bisa sampai di titik yang mereka harus pertahankan, bisa-bisa diumur 12 atau 13 mereka sudah cidera. Salah satu contoh, Andre cidera padahal timnas lagi membutuhkan tenaga dia, usia 16 dia cidera," Ketua Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) Firman Utina kepada KBR, Minggu (03/11/2019).

Firman Utina menyebut, kompetisi usia muda dulu tidak padat seperti saat ini, sehingga anak  dapat memaksimalkan potensinya hingga tim senior. Jika anak terlalu didorong untuk mengikuti banyak kompetisi maka akan berimbas pada otot dan dikhawatirkan cedera. Karena usia dini berbeda dengan tim senior yang bisa bermain dengan jadwal yang padat.

"Usia dini ini bukan sama seperti kita ngelatih seperti orang dewasa, orang dewasa aja ngap liat padatnya liga. Jangan-jangan usia dini mereka ini sudah padat, harusnya mereka naik namun mereka jatuh lagi karena di liga padat sehingga kita tidak bisa mendapatkan endurance yang baik bagi pemain tim nasional kita," kata   Firman.

Firman menyarankan PSSI untuk merubah aturan pembinan dan mengatur jalanya kompetisi usia dini dengan lebih baik, sehingga mendapat pemain yang memiliki kualitas baik.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14