BI Prediksi Pertumbuhan Tahun Depan Naik

"Ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, baik investasi maupun konsumsi,"

BERITA , NASIONAL

Selasa, 27 Nov 2018 16:02 WIB

Author

Ria Apriyani

BI Prediksi Pertumbuhan Tahun Depan Naik

Ilustrasi

KBR, Jakarta- Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia membaik  tahun depan. Gubernur BI Perry Warjiyo  memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 masih di kisaran 5-5,4%.

"Pertumbuhan yang cukup baik di 2018 kami perkirakan akan meningkat di 2019. Ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, baik investasi maupun konsumsi," kata Perry di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Selasa(27/11).

Perry mengatakan kinerja ekspor tahun depan akan meningkat seiring dengan penurunan impor. Tingkat inflasi menurutnya akan terkendali di kisaran 2,5-4,5%. Sementara defisit transaksi berjalan yang selama ini membayangi Indonesia akan turun menjadi 2,5% dari PDB.

Lebih jauh, Perry mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa naik satu digit pada 2024. Optimisme ini dipengaruhi percepatan pembangunan infrastruktur,sejumlah kebijakan deregulasi yang ditempuh, dan pemanfaatan ekonomi digital.

"Kecukupan likuiditas terjaga. Dalam jangka menengah, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi lagi mencapai kisaran 5,5%-6,1% pada tahun 2024."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.