Penderita Stroke Meningkat, Ini 10 Langkah Pencegahannya

Menurut World Stroke Organization (WSO), saat ini satu dari empat orang di seluruh dunia berisiko terserang stroke.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 29 Okt 2019 14:37 WIB

Author

Adi Ahdiat

Penderita Stroke Meningkat, Ini 10 Langkah Pencegahannya

Komunitas tenaga medis dan dokter menggelar aksi peringatan Hari Stroke Sedunia di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (29/10/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Jumlah penderita stroke di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), peningkatan itu terjadi di hampir seluruh provinsi, dari Sumatra sampai Papua.

Di tahun 2013 rata-rata prevalensi stroke nasional adalah 7 permil. Tapi di tahun 2018, rata-ratanya sudah naik menjadi 10 permil.

Kemenkes menyebut penyakit stroke ini terkait dengan penyakit jantung koroner, diabetes, pola makan yang tidak sehat, obesitas, konsumsi rokok, serta alkohol.


Gejala Stroke: Senyum Tidak Simetris sampai Pusing

Menurut penjelasan World Health Organization (WHO), stroke adalah kondisi terganggunya pasokan darah ke otak. Kondisi ini umumnya terjadi karena ada pembuluh darah yang pecah atau tersumbat.

Efek stroke pun bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terluka. Dalam banyak kasus serangan stroke bisa menyebabkan kesulitan bicara, kelumpuhan anggota tubuh, bahkan sampai kematian.

Kemenkes memaparkan gejala stroke itu meliputi:

  • Senyum tidak simetris atau moncong ke satu sisi;
  • Tersedak, sulit menelan atau sulit minum secara tiba-tiba;
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan;
  • Tiba-tiba tidak bisa bicara, kata-katanya sulit dimengerti, bicara tidak nyambung;
  • Kebas dan kesemutan separuh badan;
  • Tiba-tiba rabun, pandangan satu mata kabur;
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya;
  • Gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar dan sulit koordinasi gerakan.

"Bila gejala tersebut muncul, penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Jangan sampai melebihi periode 4,5 jam pasca terserang stroke," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Cut Putri Arianie di situs resminya, Senin (28/10/2019).


Stroke Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Sehat

Bukan hanya di Indonesia, penyakit stroke juga merupakan ancaman serius bagi masyarakat global. Menurut World Stroke Organization (WSO), saat ini satu dari empat orang di seluruh dunia berisiko terserang stroke.

Karenanya, bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia yang diperingati tiap 29 Oktober, WSO mengajak masyarakat global untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap stroke.

WSO menjelaskan ada 10 langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan stroke, yaitu:

  1. Olahraga selama setengah jam tiap hari, lima hari per minggu;
  2. Diet sehat, perbanyak konsumsi buah dan sayur, kurangi makan daging;
  3. Berhenti merokok, 1 dari 10 kasus stroke terkait dengan asap rokok;
  4. Berhenti atau mengurangi minum alkohol, maksimal 1-2 gelas per hari;
  5. Penderita diabetes sangat berisiko terkena stroke, dianjurkan konsultasi rutin dengan dokter;
  6. Hindari depresi dan stress, 1 dari 6 kasus stroke terkait dengan kesehatan jiwa;
  7. Kontrol tekanan darah dengan pola makan sehat atau pengobatan medis, 50 persen kasus stroke terkait tekanan darah tinggi;
  8. Kontrol kolesterol dengan pola makan sehat dan olahraga teratur, 1 dari 4 kasus stroke terkait kolesterol tinggi;
  9. Kontrol berat badan dengan pola makan sehat dan olahraga, 1 dari 4 kasus stroke terkait obesitas atau kelebihan berat badan;
  10. Cek kesehatan jantung, orang-orang dengan atrial fibrillation (detak jantung tidak teratur) 5 kali lebih berisiko terkena stroke, dianjurkan konsultasi rutin dengan dokter.


Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Rencana Pembentukan Komponen Cadangan Militer Tuai Polemik

Hari Pneumonia Sedunia, Mari Cegah Pneumonia pada Anak

Kabar Baru Jam 15