Share This

PSSI Cabut Moratorium Kompetisi Liga 1

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mencabut moratorium kompetisi Liga 1.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 02 Okt 2018 23:24 WIB

Bobotoh alias pendukung Persib melintas di depan mural Persib di Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/10). (Foto: ANTARA/ Novrian A)

KBR, Jakarta - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mencabut moratorium kompetisi Liga 1 dan memutuskan pertandingan kembali bergulir 5 Oktober mendatang. Langkah penghentian sementara kompetisi sebelumnya ditempuh menyusul tewasnya suporter Persija, Haringga Sirila akibat dikeroyok massa. 

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menjelaskan moratorium Liga 1 dicabut setelah Komisi Disiplin PSSI mengganjarkan sanksi ke sejumlah pihak terkait kasus tersebut. Menurutnya tak ada aturan baru selama kompetisi nanti.

Hanya saja, ia bakal memastikan kualitas penyelenggaraan ditingkatkan. Terutama, untuk laga yang berisiko tinggi.

"PSSI ingin status penghentian sementara tadi yang implementasinya itu diserahkan kepada Liga mulai dengan tanggal 5 (Oktober). Ini penting agar kompetisi bisa bergulir kembali karena hal-hal krusial terkait kasus yang kita hadapi ini sudah ada kepastian-kepastian," kata Joko kepada KBR melalui sambungan telepon, Selasa (2/10/2018) malam.

"Misalkan, status pertandingan ke depan, Persib, dan mempertimbangkan pula ending kompetisi kita maintenance agar tidak melewati tahun 2018," lanjut Joko. 

Sebelumnya, Komisi Disiplin PSSI memutuskan untuk menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung berupa pertandingan kandang di luar Jawa tanpa penonton hingga akhir musim 2018, serta pertandingan kandang di Bandung tanpa penonton sampai setengah musim kompetisi tahun 2019. Sementara hukuman bagi suporter Persib yakni dilarang menyaksikan pertandingan Persib Bandung baik laga kandang maupun tandang serta pertandingan Liga 1 lainnya, hingga setengah musim kompetisi tahun depan.

Ketua panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung dan petugas keamanan dilarang ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan klub tersebut selama 2 tahun. Panitia juga didenda Rp100 juta dan wajib memerangi rasisme. Sementara, seluruh tersangka pengeroyokan Haringga dilarang menonton sepak bola di Indonesia seumur hidup.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.