Ini Desakan Walhi Riau ke Jokowi

Itu kenapa masih terbakar? Ya gak mungkin negara gak bisa mantau

BERITA | NASIONAL

Rabu, 18 Sep 2019 17:45 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Ini Desakan Walhi Riau ke Jokowi

Ilustrasi pemadaman karhutla di Riau. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - LSM yang bergerak dibidang lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau mendesak Presiden Joko Widodo berani memanggil korporasi yang dengan sengaja membakar lahan hutan atau gambut.

Dalam konferensi pers di Kantor Walhi Jakarta, Deputi Direktur Eksekutif Daerah Walhi Riau Fandi Rahman yakin,  Presiden Jokowi memiliki data-data lahan korporasi yang terbakar itu.

Namun, Fandi menyayangkan kunjungan Jokowi ke Riau terkesan tak menghasilkan penyelesaian.

Fandi juga menyoroti sikap Jokowi yang malah menyalahkan perangkat-perangkat daerah yang ada di sana.

"Memang seharusnya ini wilayah administrasi pemerintahan, gubernur. Tetapi bagaimana sikap investasi yang berada di sana. Kalau kita harapannya ketika memang ditemukan area yang terbakar di wilayahnya atau tanda-tanda bekas terbakar, kenapa tidak dipanggil? Itu kenapa masih terbakar? Ya gak mungkin negara gak bisa mantau," katanya di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Fandi Rahman juga mengkritik lokasi kunjungan Jokowi yang dinilai tak tepat, karena Jokowi tampak berkunjung di lahan bekas terbakar yang tak jelas wilayah kepemilikannya siapa.

"Padahal dengan data yang ada, harusnya Jokowi berani mendatangi wilayah lahan terbakar milik korporasi," katanya.

Tidak hanya itu, Fandi juga menyebut titik api atau hot spot di Riau justru makin bertambah usai dikunjungi Jokowi. Hot spot di Riau beberapa hari terakhir berkisar di angka 300-an.

Kata Fandi, 2 hari sebelum dikunjungi Jokowi, hot spot di Riau berkisar di angka 70an. Namun usai dikunjungi Jokowi, hot spot berkisar di angka 151.

"Hari ini 300 lebih hot spot di Riau. Dan bahkan setelah kunjungan Presiden, hot spot di Riau ternyata bukan semakin berkurang tapi semakin bertambah. Kondisi ini kenapa, karena memang kondisi lapangan sendiri tidak ada sumber air untuk memadamkan apinya," jelasnya.

Fandi Rahman menambahkan, kondisi hot spot di Riau memang terpantau fluktuatif. Walhi Riau juga tak mengaitkan secara langsung kondisi itu dengan kunjungan Jokowi ke Riau.

"Karena jika suatu daerah sudah dikunjungi kepala negara, seharusnya penanganannya asap akibat karhutla di lokasi itu menjadi lebih baik," pungkasnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun