Share This

Bom di Filipina, Korban Tewas Bertambah

Isulan, Sultan Kudarat dibom oleh orang tak dikenal pada Minggu (2/9/2018) malam.

BERITA , INTERNASIONAL

Senin, 03 Sep 2018 15:45 WIB

Foto: Jeoffrey Maitem / Inquirer Mindanao

KBR, Jakarta - Korban tewas dalam ledakan di Isulan, Sultan Kudarat, Filipina bertambah menjadi dua orang pada Senin (3/9/2018) pagi.

"Saya baru saja menerima informasi dari direktur regional Soccsksargen, ada korban lain meninggal pagi ini," ujar Juru bicara Kepolisian Nasional Filipina Benigno Durana, dalam konferensi pers, seperti dilansir inquirer.net.

Kawasan Isulan, Sultan Kudarat, Filipina diserang bom oleh orang tak dikenal pada Minggu (2/9/2018) malam. Saat itu ledakan bom menewaskan satu orang dan melukai 15 orang di sebuah kafe internet.

Menurut komandan divisi tentara Filipina, Cirilito Sobejana, kemungkinan besar kelompok yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut adalah Bangsamoro Islamic Freedom Fighters (BIFF).

"Tidak ada kelompok lain yang berani melakukan pemboman dan tidak ada kelompok lain yang tertarik untuk membom tanpa alasan," ujar Sobejana menambahkan dilansir dari reuters.com (2/9/2018).

BIFF juga disalahkan atas ledakan yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 30 orang pada Selasa (28/8/2018) lalu.

Isulan merupakan kota di Pulau Mindanao, yang memiliki warga minoritas Muslim.

BIFF adalah faksi sempalan dari sejumlah kelompok bersenjata Muslim yang sudah menandatangani perjanjian damai 2014 dengan pemerintah untuk mengakhiri 50 tahun konflik. Konflik di Filipina selama ini menewaskan 120 ribu orang dan menelantarkan 2 juta orang di selatan Filipina, yang kebanyakan beragama Katolik.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.