Share This

Jokowi Kunjungi NTB setelah Mendaftar Pilpres ke KPU Besok

"Kita minta agar besok tidak usah ramai-ramai, karena kita masih dalam suasana berkabung atas saudara-saudara kita di NTB," imbau Presiden Jokowi.

BERITA , NASIONAL

Kamis, 09 Agus 2018 13:49 WIB

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kiri) berdialog dengan anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah ia mendaftarkan diri sebagai Cawapres ke KPU, besok pagi. Oleh karena itu, Jokowi meminta pendukungnya agar tidak terlalu heboh saat ia mendeklarasikan diri sebagai Cawapres, karena saat ini masih dalam situasi berkabung akibat gempa Lombok.

"Kita minta agar (pendaftaran Pilpres ke KPU) besok tidak usah ramai-ramai, karena kita masih dalam suasana berkabung atas saudara-saudara kita di NTB. Dan mungkin, besok juga setelah pendaftaran ke KPU saya akan ke Nusa Tenggara Barat," kata Jokowi di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis, (09/08).

Jokowi mengungkapkan akan mendaftar ke KPU sekitar pukul 09.00 WIB, dan akan bertolak ke NTB besok siang. Meski begitu dia belum bisa memastikan apakah akan mendeklarasikan dahulu Cawapresnya sebelum menuju KPU atau tidak.

Sebelumnya, Presiden Jokowi baru menyambangi NTB pascagempa yang pertama, dua pekan lalu. Adapun pada gempa kedua sebesar 7 Skala Richter pekan lalu, Jokowi baru memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemananan Wiranto untuk memimpin reaksi tanggap gempa di Lombok. Ia juga menjanjikan ganti rugi untuk setiap rumah warga yang rusak akibat gempa.


Editor: Adia Pradana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.