Share This

Lantik Perwira TNI-Polri, Ini Pesan Jokowi

"Harus saudara-saudara ingat. Kalian adalah masa depan TNI dan Polri, serta penentu reformasi di institusi masing-masing,"

BERITA , NASIONAL

Kamis, 19 Jul 2018 10:40 WIB

Seorang undangan mencari keluarganya yang lulus seusai upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri 2018 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh perwira remaja TNI dan Polri agar selalu menjaga nama baik institusinya. Ini dia sampaikan ketika melantik mereka di halaman Istana Merdeka hari ini.

Jokowi berpesan, reformasi institusi masing-masing kini berada di pundak para perwira baru tersebut.

"Harus saudara-saudara ingat. Kalian adalah masa depan TNI dan Polri, serta penentu reformasi di institusi masing-masing," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Kamis (19/7).

Jokowi meyakini mental dan fisik mereka sudah ditempa selama menjalani pendidikan. Semua itu menurutnya menjadi modal bagi para perwira itu untuk menjaga keutuhan bangsa dan berkontribusi kepada masyarakat.

Hari ini, untuk kedua kalinya Jokowi melantik para perwira remaja TNI-Polri di istana. Ada 724 perwira remaja yang dilantik hari ini, terdiri dari 102 dari Angkatan Laut, 119 dari Angkatan Udara, 225 dari Angkatan Darat, serta 278 orang lulusan Akademi Kepolisian.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.