Bagikan:

Bom Solo, BIN: ISIS Ubah Strategi

"Itu yang dilakukan di Paris, di Istanbul, di Saudi Arabia, nah itu dilakukan oleh orang yang dia kirim maupun oleh simpatisan yang ada di tempat."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Jul 2016 13:25 WIB

Bom Solo, BIN: ISIS Ubah Strategi

Ilustrasi: Pengunjukrasa membawa bendera ISIS di Solo. (Foto: KBR/Yudha S.)

KBR, Jakarta- Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso menyebut aksi bom bunuh diri di Solo merupakan bagian dari jaringan ISIS. Ini merupakan hasil kesimpulan sementara dari BIN.

Menurut dia, aksi ini juga terkait dengan teror bom di Istanbul Turki, Baghdad, Irak dan Saudi Arabia. Kata dia, ISIS mengubah strategi dengan menyerang negara-negara lain setelah mengalami kekalahan di Irak dan Suriah.

"Setelah dia menderita kekalahan di mana-mana, di Irak maupun di Syria, daerah-daerah yang tadinya dia kuasai bisa direbut kembali di pemerintah, lalu dia menyerang negara-negaranya langsung di negaranya. Dengan cara aksi teroris, itu yang dilakukan di Paris, di Istanbul,  di Saudi Arabia, nah itu dilakukan oleh orang yang dia kirim maupun oleh simpatisan yang ada di tempat. Jadi di sini pendukung ISIS kan masih ada, juga mantan kombatan yang ada di sana," kata Sutiyoso ketika dihubungi KBR, Selasa (5/7/2016).

Sutiyoso menambahkan, aksi ini mempertegas diperlukannya revisi UU Antiterorisme. Kata dia, kepolisian dan intelejen perlu diberi wewenang lebih agar bisa mencegah aksi teror.

"Kasih lah kewenangan aparat, dalam hal ini kepolisian dan intelejen yang lebih, masa seorang teroris baru bisa ditangkap kalau sudah ada kejahatan yang dilakukan, jadi aneh aja," tuturnya.

Sutiyoso menilai UU Antiterorisme di Indonesia paling lemah dibanding di negara lain.

"Karena saya sudah membandingkan sama UU tentang teroris di negara lain, kita paling lemah," ujar dia. 

Pagi pukul 07.35 WIB terjadi ledakan bom bunuh diri di halaman Mapolresta Solo, Jawa Tengah. Informasi yang diperoleh KBR menyebutkan pelaku mencoba memasuki Mapolresta Surakarta dengan menggunakan sepeda motor. Ia sempat dihentikan oleh Provos, namun pengendara menyerobot masuk melalui penjagaan.

Tepat di depan bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), terdengar suara ledakan keras dari arah pelaku.

Baca juga: Teror Bom Solo 2016, Sepeda Motor Pelaku Hangus 


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Problematika Bantuan Sosial BBM

Most Popular / Trending