Segelas Kopi Gratis, Bayar Pakai Sampah

"Untuk kopi kita, ada Kopi Banyuwangi dan Kopi Nusantara dari berbagai daerah,”

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 26 Jun 2019 14:27 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Segelas Kopi Gratis, Bayar Pakai Sampah

Pengelolah Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah plastik yang dijual warga di Bank Sampah Bintang Mangrove di Gunung Anyar Tambak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/5/2019). (Foto: ANTARA)

KBR, Banyuwangi- Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat peduli terhadap kebersihan di lingkungannya, Komunitas Kopi Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan "Beli Segelas Kopi, Bayar Pakai Sampah". Novian Dharma Putra selaku Koordinator Komunitas Kopi Banyuwangi mengatakan, masyarakat yang ingin menikmati segelas kopi tidak perlu membayar pakai uang.

Kata dia, di warung yang dikelola komunitasnya, segelas kopi cukup dibayar dengan sampah non-organik, atau sekadar menunjukan foto kegiatan bersih-bersih sampah di lingkungan masing-masing.

Kata Novian, layanan "Beli Segelas Kopi, Bayar Pakai Sampah", saat ini sudah bisa dijumpai di event-event yang ada di Banyuwangi. Bahkan rencananya, ia akan membuka warung kopi berjalan di beberapa tempat, dan tetap memberlakukan layanan bayar pakai sampah. Ngopi bayar pakai sampah itu berlaku untuk masyarakat umum di seantero Banyuwangi.

“Sampah itu bermanfaat dan punya nilai, salah satunya dengan  ini minum kopi dengan membayar pakai sampah. Untuk takaran sendiri sampah minimal 0,5 gram sampah  plastik  itu bisa ditukarkan segelas kopi. Kalaupun tidak ada sampah yang dibawa itu bisa menunjukan dengan dokumentasi foto yang berkaitan dengan lingkungan atau  yang berkaitan dengan sampah. Untuk kopi kita, ada Kopi Banyuwangi dan Kopi Nusantara dari berbagai daerah,” ujar Novian Dharma Putra kepada kontributor KBR Hermawan Arifianto, Rabu (26/6/2019) di Banyuwangi.

Novian mengatakan,   tidak merasa rugi dengan kegiatan "Beli Segelas Kopi, Bayar Pakai Sampah" itu. Sebab, nantinya sampah-sampah yang terkumpul akan disetorkan ke Bank Sampah untuk didaur ulang. Dengan  kegiatan daur ulang tersebut, Novian mengaku, komunitasnya mendapat subsidi pembiayaan dari Bank Sampah Banyuwangi.

Sementara itu,  Koordinator Forum Banyuwangi Sehat, Waluyo mengatakan, program ngopi bayar pakai sampah, merupakan salah satu inovasi positif, untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan. Karena di Banyuwangi, belum seratus persen masyarakat sadar akan kebersihan. "Dengan adanya inovasi ini diharapkan kepedulian masyarakat buang sampah pada tempatnya lebih besar," ujar Novian.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun