Jualan Nasi Siang Hari, Satpol PP Tangkap Suami Istri di Lhokseumawe

"Ini para pemiliknya tidak mengindahkan seruan Muspida yang dikeluarkan beberapa hari lalu."

, BERITA , NUSANTARA

Selasa, 14 Jun 2016 17:34 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Jualan Nasi Siang Hari, Satpol PP Tangkap Suami Istri di Lhokseumawe

Barang bukti nasi goreng yang disita Satpol PP WH ketika menggrebek pasutri yang berjualan nasi di siang bolong di Kota Lhokseumawe. (Foto: KBR/Erwin J.)

KBR, Lhokseumawe– Polisi Wilayatul Hisbah Kota Lhokseumawe menangkap pasangan suami-istri  karena   berjualan nasi di bulan   Ramadan. Mereka, berjualan nasi di siang hari pada saat umat Islam melaksanakan ibadah puasa.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Lhokseumawe, Muhammad Irsyadi mengatakan penangkapan dilakukan setelah mendapat  laporan dari masyarakat. Kata Dia, pasangan yang tidak disebutkan identitasnya itu dinyatakan terbukti dengan  sengaja menjajakan makanan saat umat Islam sedang berpuasa.

”Ada seruan Muspida tentang menyambut bulan suci Ramadan dan hal ini sudah Kita sosilisasikan. Dimana, pada hari ini Kita sudah melakukan penggrebekan terhadap warung yang menyajikan dan menjual makanan pada siang hari. Jadi, mungkin ini para pemiliknya tidak mengindahkan seruan Muspida yang dikeluarkan beberapa hari lalu. Itu lokasi penggrebekannya di kawasan KP3 setempat,” kata Irsyadi kepada portalkbr, Selasa (14/6).

Kasatpol-PP dan WH menegaskan,  akan menindak tegas setiap pelaku yang melanggar syariat Islam di wilayah kerjanya. Bahkan, seluruh titik rawan pelanggaran didaerah itu akan dilakukan razia rutin, guna terlaksananya hukum Islam di Aceh.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.