Presiden Jokowi Janji Selesaikan Konflik Telukjambe dalam 3 Hari

Presiden Joko Widodo menemui perwakilan warga petani Telukjambe, Karawang Jawa Barat di Istana Kepresidenan, Jakara, Rabu, 3 Mei 2017.

BERITA , NASIONAL

Rabu, 03 Mei 2017 16:15 WIB

Author

Dian Kurniati, Yudi Rachman

Presiden Jokowi Janji Selesaikan Konflik Telukjambe dalam 3 Hari

Ilustrasi. Aksi kubur diri petani Telukjambe di seberang Istana, Senin (1/5/2017). (Foto: Dian Kurniati/KBR)


KBR,  Jakarta - Presiden Joko Widodo menemui perwakilan warga petani Telukjambe, Karawang Jawa Barat di Istana Kepresidenan, Jakara, Rabu, 3 Mei 2017.

Presiden menemui warga setelah sejumlah petani Telukjambe menggelar aksi kubur diri di seberang Istana sejak sepekan lalu.

Ketua Umum Serikat Tani Telukjambe Bersatu (STTB) Maman Nuryawan mengatakan dalam pertemuan itu Presiden berjanji menyelesaikan konflik lahan antara warga dengan perusahaan PT Pertiwi Lestari dalam waktu tiga hari. Maman menceritakan dalam pertemuan itu Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Agraria sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil untuk menyelesaikan masalah itu.

"Beliau Pak Presiden siap menyelesaikan konflik agraria di Karawang. Tapi dia butuh tiga hari. Ada hak atas tanah untuk para petani, hak atas tanah untuk perekonomian para petani dan mengembalikan petani ke lahan pertanian," kata Maman usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Rabu (3/5/2017).

Maman menambahkan konflik pertanahan di Telukjambe sudah terjadi selama bertahun-tahun. Sementara para petani, kata Maman, sudah menempati lahan di Telukjambe sejak 1962.

"Tiba-tiba pada tahun 2012 lahan itu diklaim oleh PT Pertiwi Lestari seluas 791 hektare," kata Maman.

Baca juga:


Sementara itu, Menteri Agraria yang juga menjabat Kepala BPN Sofyan Djalil menyebut posisi petani cukup lemah dalam konflik lahan di Telukjambe dengan perusahaan PT Pertiwi Lestari.

Meski begitu, Sofyan mengatakan pemerintah sedang mencari cara agar mereka bisa menggunakan kembali lahan kawasan hutan untuk bertani. Namun ada kemungkinan lahan itu bukan lahan semula.

"Pak Presiden minta saya selesaikan masalah ini, tentu dengan cara yang masuk akal. Karena kalau secara hukum, petani ini atau kelompok masyarakat yang mewakili masyarakat itu lemah sekali. Oleh sebab itu kita harus cari cara dengan kombinasi," kata Sofyan Djalil di Istana Kepresidenan.

Sofyan mengatakan yang penting adalah bagaimana petani bisa mendapatkan akses hutan sosial sehingga bisa memanfaatkan kawasan hutan untuk pertanian.

Menurut Sofyan, Presiden Jokowi memerintahkan Kementerian Agraria dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelesaikan konflik lahan Telukjambe sesuai aturan dan masuk akal. Sofyan mengaku diberi waktu antara dua hingga tiga hari untuk mencari rumusan penyelesaian konflik.

Disisi lain, kata Sofyan, Kementerian Agraria atau Badan Pertanahan Nasional juga sedang menghadapi masalah dengan Kementerian KLHK terkait perbedaan luas peta hutan di Telukjambe.

"Sekarang ini kita harus mencari penyelesaian yang applicable, yang dapat menyelesaikan masalah. Presiden mengatakan oke, dan menugaskan saya harus mencari formula dalam 2-3 hari ke depan," tambah Sofyan Djalil.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Amandemen UUD 1945