Wapres: Virus Corona Porak-porandakan Ekonomi dan Sosial Indonesia

"Dampaknya tidak hanya menyangkut masalah kesehatan, mengancam jiwa manusia, tapi juga memorak-porandakan ekonomi dan sosial"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 16 Apr 2020 20:30 WIB

Author

Wahyu Setiawan, Lea Citra

Wapres: Virus Corona Porak-porandakan Ekonomi dan Sosial Indonesia

ilustrasi penanganan wabah covid-19 di Indonesia. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin menyatakan, virus corona berdampak besar terhadap aktivitas perekonomian di Indonesia. 

Menurutnya, virus ini bahkan sudah memorak-porandakan perekonomian hingga kondisi sosial warga.

"Dampaknya tidak hanya menyangkut masalah kesehatan, mengancam jiwa manusia, tapi juga memorak-porandakan ekonomi dan sosial. Seluruh negara di dunia semua berusaha untuk menanggulangi musibah ini. Dan kita pemerintah Indonesia sedang berupaya dengan segala upaya, dengan sekuat tenaga di bawah pimpinan Bapak Presiden untuk menanggulangi musibah ini. Lebih dari Rp400 triliun disiapkan untuk menanggulangi musibah ini," katanya saat membuka Doa dan Zikir Nasional secara daring, Kamis (16/4/2020) malam.

Wapres Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia berjuang bersama menanggulangi wabah Covid-19 ini. 

Ia berpesan, agar masyarakat selalu menjaga iman, imun tubuh, keamanan, dan senantiasa berdoa kepada Tuhan.

Ma'ruf juga meminta masyarakat untuk tidak lagi melakukan penolakan pemakaman terhadap jenazah positif Covid-19, maupun jenazah tim medis positif Covid-19.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendesak pemerintah menindak tegas pelaku penolakan jenazah tenaga medis terkait kasus Covid-19. 

Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi mengatakan, pelaku penolakan jenazah pasien Covid-19 maupun tenaga medis harus diberi efek jera.

"Keluarga mendapat dukungan dari pemerintah, dan masyarakat sekitarnya. Bukan sebaliknya, ini kan orang lagi kesusahan. Kemudian ada yang meninggal, tapi jenazahnya ditolak. Kan sudah keterlaluan itu. Biasanya sikap yang keliru oleh karena, tidak paham, tidak tahu mengenai penularan penyakit ini. Bahwa resiko penularan dari jenazah itu amat sangat kecil," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Zubairi mengatakan, jenazah pasien dan tenaga medis terkait Covid-19 harus segera dimakamkan. Sebab, akan berbahaya saat jenazah tidak dimakamkan.

"Jenazah itu kan, orang sudah meninggal. Jadi tidak sakit apapun, memang harus dimakamkan segera. Jadi kan, kita tahu kalau meninggal, kemudian keluar darah. Bisa dari hidung, bisa dari tempat lain, dan yang ada di situ kita tidak tahu apa. Yang meninggalkan juga tidak dites untuk penyakit-penyakit yang lain, virus-virus yang lain," lanjutnya.

Zubairi menegaskan, penyiapan Taman Makam Pahlawan bagi tenaga medis bukanlah hal yang penting. 

Menurutnya, pemerintah hanya perlu memastikan jenazah tersebut dimakamkan dengan baik. 

"Yang penting jenazah tenaga-tenaga kesehatan ini, jangan sampai ditolak oleh warga. Itu saja, sih. Jadi apakah di pemakaman biasa silakan, pemakaman yang khusus silakan, setara Makam Pahlawan silakan. Tapi yang penting, bisa lebih cepat dikuburkan. Kan rencananya kan, sedapat mungkin 4 jam setelah meninggal gitu ya," pungkasnya.

Sebelumnya terjadi penolakan terhadap pemakaman jenazah perawat Rumah Sakit Karyadi Semarang, Nuria Kurniasih yang terinfeksi Covid-19 oleh warga di Taman Pemakaman Umum Sewakul Ungaran, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Editor: Kurniati Syahdan 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Myanmar Didesak Tunda Pemilu

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17