Koalisi Masyarakat Tagih Transparansi Anggaran Covid-19

"Pengalaman Indonesia dalam penanganan berbagai bencana berskala besar, memberikan gambaran umum adanya kerentanan dalam pengelolaan sumber daya publik, khususnya anggaran."

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Apr 2020 14:01 WIB

Author

Adi Ahdiat

Koalisi Masyarakat Tagih Transparansi Anggaran Covid-19

Petugas memeriksa paket sembako bantuan Covid-19 di Dapur Umum Kemensos, Kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Sabtu (11/4/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta- Koalisi masyarakat sipil menagih transparansi pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

Koalisi ini digerakkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Budget center (IBC), Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), dan Transparency International Indonesia (TII).

"Pengalaman Indonesia dalam penanganan berbagai bencana berskala besar, khususnya bencana alam, memberikan gambaran umum adanya kerentanan dalam pengelolaan sumber daya publik, khususnya anggaran, karena potensi penyimpangan yang relatif tinggi," tulis mereka dalam laporannya yang dirilis Senin (13/4/2020).

Untuk menjamin keterbukaan pemakaian anggaran dan pengadaan barang-jasa terkait Covid-19, Koalisi meminta pemerintah membuat desain lembaga dan kebijakan khusus.

"Mekanisme sebagaimana BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, lembaga penanganan tsunami Aceh) bisa menjadi salah satu alternatif kebijakan nasional penanganan pandemi Covid-19," usul mereka.

"Desain kelembagaan model BRR telah mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan dalam penanganan bencana, baik dalam rangka memperbaiki koordinasi dan komunikasi, transparansi dan akuntabilitas serta kebijakan teknis di lapangan," lanjutnya.

Berita Terkait: Anggaran Covid-19 Ratusan Triliun, FITRA Tagih Laporan Pemakaiannya

Selain masalah transparansi, Koalisi meminta pemerintah menegaskan lagi fokusnya untuk melindungi kesehatan warga.

"Fokus atas penanganan pandemi Covid-19 sebagai isu kesehatan tidak terlalu menonjol, karena Pemerintah Pusat lebih melihat persoalan ekonomi yang akan muncul dari pandemi daripada masalah kesehatan yang menjadi ancaman serius masyarakat luas," tutur Koalisi.

"Karena pertimbangan ekonomi menjadi tumpuan, maka kebijakan pencegahan penyebaran Corona menjadi tidak terlalu jelas," singgung mereka.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Viral Video Lantunan Lagu Idulfitri dari Umat Katolik

Kasus Covid-19 di Kota Jayapura Diprediksi Terus Meningkat

Cina Pakai Drone 5G Pantau Kualitas Lingkungan Taman di Beijing

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7