Korban Longsor Ponorogo Minta Rumah Darurat

"Kalau ada lahan ya di sekitar Ponorogo sini saja. Kalau jauh-jauh, orang yang sudah tua tidak kuat lagi untuk bekerja," kata Misinah.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 04 Apr 2017 23:41 WIB

Author

Adhar Muttaqin

Korban Longsor Ponorogo Minta Rumah Darurat

Relawan mengangkat seorang warga korban longsor Ponorogo korban yang sakit, Selasa (4/4/2017). (Foto: Adhar Muttaqin)


KBR, Ponorogo - Warga korban tanah longsor di Ponorogo, Jawa Timur meminta pemerintah segera membangun rumah darurat untuk tempat tinggal sementara hingga pemindahan warga ke rumah permanen selesai.

Kepala Desa Banaran, Sarnu mengatakan hunian sementara sangat diperlukan untuk para korban, karena bila mereka tetap berada di pengungsian bisa menganggu aktifitas maupun proses pemulihan trauma.

Sarnu menambahkan warga juga meminta agar jika mereka dipindahkan ke tempat permanen nanti lokasinya tetap berada di wilayah Kabupaten Ponorogo. Sarnu mengatakan mereka menolak wacana relokasi melalui profram transmigrasi.

"Kami minta agar dibuatkan rumah semi permanen dulu sambil menunggu relokasi. Warga minta direlokasi, bukan transmigrasi, karena sebagian warga masih punya lahan di sini," kata Sarnu, Selasa (4/4/2017).

Salah seorang pengungsi, Misinah memilih dipindahkan ke dalam kota, karena apabila ditransmigrasikan justru akan menambah beban. Apalagi, kata Misinah, sebagian pengungsi sudah berusia lanjut.

"Kalau ada lahan ya di sekitar Ponorogo sini saja. Kalau jauh-jauh, orang yang sudah tua tidak kuat lagi untuk bekerja," kata Misinah.

Higga saat ini tercatat 178 warga korban tanah longsor masih mengungsi di rumah-rumah penduduk dan kepala desa. Longsor terjadi di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sedangkan dari proses pencarian korban, hingga hari keempat baru tiga korban yang berhasil ditemukan. Sedangkan 25 orang lainnya masih dalam pencaraian.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber