Hotlin Ompusunggu : Dari Gigi, Untuk Konservasi

Tahun ini kali kedua ia menerima penghargaan utama konservasi alam di Inggris

BERITA | PILIHAN REDAKSI

Sabtu, 30 Apr 2016 13:27 WIB

Author

Iriene Natalia

Hotlin Ompusunggu : Dari Gigi, Untuk Konservasi

drg. Hotlin Ompusunggu menerima Whitley Gold Award 2016 yang diserahkan langsung oleh Princess Anne di Inggris pada Rabu (27/4/2016). (Foto: Whitley Awards)

KBR, Jakarta - Dokter, profesi yang kerap didekatkan dengan usaha menyelamatkan jiwa manusia. Ada juga dokter hewan sih. Tapi ini kali lain, bukan hanya menyoal penyelamatan manusia ataupun hewan, melainkan lingkungan.

Hotlin Ompusunggu, profesi resminya adalah dokter gigi. Tetapi bagi warga di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, ia juga dokter lingkungan.

Tak hanya memberi pengobatan murah, perempuan kelahiran Siguri-guri 19 Juli 1974 ini mengembangkan program pemberdayaan masyarakat untuk mencegah penebangan hutan di Taman Nasional Gunung Palung, Kayung Utara, Kalimantan Barat. Ini pula yang mengantarkan dokter spesialis  gigi tersebut beroleh penghargaan utama dari badan amal konservasi Inggris, Whitley Fund for Nature. Tahun ini, adalah kali kedua Hotlin meraihnya. Penghargaan serupa ia dapatkan pada 2011 lalu.

Dalam program Perspektif Baru KBR, Hotlin berbagi banyak cerita. Salah satunya, tentang yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) yang ia bentuk bersama rekan seprofesinya pada 2007.

Hotlin kecil, sudah merasakan panggilan untuk "bergerak" saat menyaksikan penderitaan masyarakat, khususnya di daerah terpencil. "Alam sehat lestari. Ada unsur lingkungan, satu keyakinan kita, manusia yang sehat bisa sehat karena lingkungan yang sehat. Lingkungan sehat adalah hutan yang sehat. Tanpa itu kita tidak punya udara dan air yang bersih", ujarnya.

Lewat ASRI, ia memberikan apresiasi khusus pada warga yang bisa menjaga hutannya dengan baik. Berikut cuplikan perbincangannya.


Bagaimana ASRI memperjuangkan konservasi bersamaan dengan kesehatan?

Mereka (warga) diberikan apresiasi berupa insentif kesehatan. Ketika mereka bisa jaga hutan, mereka bisa dapat diskon berobat hingga 70 persen. Disamping itu, kami juga berikan pembayaran non tunai yang menunjang perlindungan alam. Mereka bisa bayar berobat dengan bibit pohon yang akan ditanam di area reboisasi.

Selain bibit pohon, adakah cara lain pembayaran non tunai?

Kotoran sapi. Biasanya orang berobat jual sapinya. Kita bilang, kotorannya saja yang digunakan. Kan bisa digunakan untuk pupuk kompos.

Bagaimana ASRI memastikan warga benar-benar digunakan untuk menjaga hutan?

Kami monitor per dusun. Ada kroscek informasi diantara ASRI dan masyarakat. Yang kita ukur akses logging yang aktif yang masuk ke hutan. Berapa pengolahan kayu yang berasal dari taman nasional, dan juga daerah mana juga yang masih ada pembakaran hutan.

Bersama dinas pendidikan setempat, kini Hotlin dan timnya merancang program pendidikan lingkungan di luar jam sekolah. Pendidikan tersebut diberikan untuk anak kelas 4-6 Sekolah Dasar (SD).



Editor: Nurika Manan


Program "Perspektif Baru" mengudara di radio-radio jaringan KBR setiap Sabtu jam 06.30-07.00 WIB. Simak terus program yang menampilkan tokoh-tokoh inspiratif tersebut.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Travel Advisory Amerika Jadi Refleksi?

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11