Jepang Akan Tetap Gelar Olimpiade 2020 di Tengah Wabah Covid-19

"Tak ada larangan perjalanan internasional (ke Jepang) dan belum ada pengumuman pandemik (Covid-19). Semua masukan yang kami terima adalah bahwa pertandingan (olimpiade) bisa dan akan berlanjut."

BERITA | INTERNASIONAL

Rabu, 04 Mar 2020 18:46 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jepang Akan Tetap Gelar Olimpiade 2020 di Tengah Wabah Covid-19

Aktris Jepang latihan membawa Obor Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang (15/2/2020). (Foto: ANTARA/REUTERS)

KBR, Jakarta - International Olympic Committee (IOC) menyatakan akan tetap menggelar Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, pada 24 Juli-9 Agustus 2020 sesuai rencana awal.

"Kami lebih berpegang pada saran dari para ahli, dan kami melihat tak ada alasan selain tetap melanjutkan (olimpiade di Jepang)," kata juru bicara IOC Mark Adams kepada Japan Times, Rabu (4/3/2020).

"Kami bahkan tidak memikirkan itu (pemindahan lokasi olimpiade), kami berencana mengadakan pertandingan pada 24 Juli," lanjutnya.

"Seperti Anda tahu, tak ada larangan perjalanan internasional (ke Jepang) dan belum ada pengumuman pandemik (Covid-19). Semua masukan yang kami terima adalah bahwa pertandingan (olimpiade) bisa dan akan berlanjut," tegas Adams.

Japan Times menyebut komitmen IOC itu juga didukung oleh pemerintah Jepang dan organisasi kesehatan dunia WHO.

Sementara itu, menurut data yang dihimpun Japan Times, sampai Rabu (4/3/2020) sudah ada 289 orang yang positif terkena Covid-19 di Jepang. Sebanyak 6 pasien meninggal, dan 46 pasien dinyatakan sembuh.

Saat ini pemerintah Jepang juga sedang menggodok regulasi baru untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Regulasi itu rencananya akan menetapkan kewenangan baru bagi pemerintah Jepang untuk menutup fasilitas umum dan mengisolasi kawasan penyebaran virus selama jangka waktu tertentu.

Editor: Ardhi Rosyadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pemeriksaan COVID-19 Bakal Ditingkatkan Jadi 300 Ribu Orang per Bulan

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17