Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Metro Jaya: Tidak Bisa Larang Warga Mudik

"Jakarta tidak di-lockdown jadi kami tidak bisa melarang meninggalkan Jakarta."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Mar 2020 13:06 WIB

Author

Kevin Candra

Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Metro Jaya: Tidak Bisa Larang Warga Mudik

Sejumlah petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di terminal Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (24/3/2020). (Antara/Fakhri)

KBR,  Jakarta-  Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyebut tidak bisa melarang  perantau  kembali ke daerah masing-masing. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, antisipasi dari Polda Metro Jaya hanya mengimbau untuk menjaga jarak saat di terminal

Purnomo beralasan Jakarta belum melakukan karantina wilayah  sehingga Polda Metro Jaya tidak bisa melakukan Pembatasan keluar kota.

"Jakarta tidak di-lockdown jadi kami tidak bisa melarang meninggalkan Jakarta. Bagaimana cara mengantisipasinya yang penting kita menjaga di antriannya. Kalau bagaimana mengantisipasi silakan tanya ke pemda Wonogiri dan Pemda DKI," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomo Yogo kepada KBR, Kamis (26/03/2020).

Sebelumnya, Pemkab Wonogiri menyampaikan   adanya lonjakan penumpang dari sejumlah bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Delapan hari tercatat total bus AKAP yang datang 876 armada dengan membawa penumpang sebanyak 14.140 orang. Menurut Pemkab Wonogiri Lonjakan penumpang biasanya terjadi saat musim mudik lebaran, namun kali ini setelah Jakarta berstatus tanggap darurat dalam penanganan Covid-19.


Purbalingga Imbau  Perantau tak Mudik

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengimbau agar warga Purbalingga yang berada di perantauan sementara waktu ini tak mudik. Imbauan itu dikeluarkan setelah empat warga positif Covid-19 diduga tertular di daerah endemis.
 
Dyah mengatakan, kepulangan para perantauan  meningkatkan  jumlah orang dalam pengawasan (ODP) secara signifikan. Kata dia, mudiknya  para perantau   meningkatkan risiko penyebaran Covid-19.
 
Pada Rabu petang, Dyah mengumumkan empat kasus positif Covid-19 Purbalingga diduga berasal dari daerah endemis. Keempat PDP tersebut merupakan perantauan, atau baru datang dari daerah lain.
 
Sepekan  ini jumlah ODP meningkat drastis menjadi 561 orang. Adapun jumlah PDP mencapai 34 orang.
 
“Mencermati kasus positif, dan meningkatnya jumlah ODP beberapa hari terakhir karena banyaknya perantau yang pulang ke Kabupaten Purbalingga. Mengimbau kepada saudara-saudaraku warga masyarakat Kabupaten Purbalingga yang berada di perantauan untuk sementara waktu kami berharap untuk tidak mudik ke Kabupaten Purbalingga. Sebab, mobilisasi saudara-saudara sekalian ini meningkatkan potensi penyebaran Covid-19 ke masyarakat Purbalingga lainnya,” kata Dyah Hayuning Pratiwi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Mengusung Pilkada yang Sehat dan Berkualitas